----- SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KOTA TARAKAN, Alamat : Jalan Halmahera depan taman oval 1 ladang telp. / fax : (0551) 32492 Kel. Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah, KOTA TARAKAN - KALIMANTAN UTARA (kodepos 77121). EMAIL : polppkotatarakan@gmail.com -----

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label PENANGGULANGAN BENCANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENANGGULANGAN BENCANA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

DUA RUMAH ROBOH, 2 ORANG NYARIS TERTIMBUN




Longsor Lagi, di Karang Anyar dan Kampung Satu

#POLPPTARAKAN_INFO :

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Tarakan. Kamis (26/1) pagi kemarin longsor menimpa dua rumah di dua lokasi yang berbeda. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, longsoran tanah nyaris menimbun dua orang pasangan suami-istri di Kampung Satu/Skip. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan warga dan hanya mengalami luka ringan di kaki.

Longsor di Kampung Satu/Skip, tepatnya di Jl Pulau Bangka RT 21 (belakang RSUD Tarakan) terjadi sekitar pukul 10.15 Wita, Kamis (26/1) kemarin. Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak dua hari terakhir diduga kuat menjadi salah faktor penyebab longsor tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Tarakan di lokasi kejadian, bencana longsor menimpa rumah kontrakan yang dihuni Hermanus (31) dan keluarganya. Tak hanya rumah yang rusak parah, Hermanus dan istrinya, Imelda (27) juga nyaris menjadi korban.


Sempat tertimpa reruntuhan rumah dan hampir separo badannya tertimbun tanah, Hermanus dan Imelda masih bisa diselamatkan warga. Keduanya mengalami luka-luka pada kaki dan langsung dilarikan ke RSUD Tarakan.

Sementara dua anggota keluarga lain yang tinggal serumah dengan Hermanus, yakni Adrianus (23) dan Maria Diana (20) sempat melarikan diri sebelum longsoran tanah menimpa rumah mereka.

Menurut Ketua RT 14 Kelurahan Kampung Satu/Skip, Hadi yang rumahnya tak jauh dari tempat kejadian, longsor terjadi sekitar pukul 10.15 Wita. Saat itu hujan deras masih mengguyur Tarakan sejak malam hari.

“Waktu itu saya sedang melihat aliran parit yang berada dekat rumah saya. Tiba-tiba saya mendengar suara gemuruh, setelah saya lihat ternyata itu suara tanah yang turun dari atas gunung, dan dengan cepatnya menimpa rumah Hermanus,” cerita Hadi yang ditemui di lokasi kejadian, kemarin.

Seketika itu pula, lanjut Hadi, dirinya bersama beberapa warga lain langsung lari menuju rumah Hermanus. Di lokasi warga mendapati rumah sudah roboh, sementara di dalamnya nampak Hermanus dan istrinya dalam kondisi sebagian badannya tertimbun tanah.

Warga pun langsung berusaha menolong keduanya, dengan menariknya keluar dari timbunan tanah, lalu melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Selain Hermanus dan istrinya yang ketika itu terjebak di dalam rumah, beberapa barang rumah tangga, termasuk motor juga ikut tertimpa.

Terpisah, Adrianus salah satu anggota keluarga yang serumah dengan korban menceritakan, saat itu sekitar pukul 09.00 Wita, dia bersama keluarga lainnya sedang sarapan pagi. Hujan masih mengguyur, sehingga mereka tidak ada niatan pergi ke keluar rumah. “Selesai sarapan kamipun baring-baring sejenak di ruang tamu. Sekitar satu jam kemudian, tiba-tiba saya mendengar gemuruh. Saya pun langsung tarik Maria lari keluar, karena saya lihat tanah seperti bergerak,” ungkapnya.

Keduanya masih beruntung bisa berlari. Sementara Hermananus dan istrinya tak sempat menyelamatkan diri, karena keduanya berada di dalam sedang asyik nonton televisi.

Hermanus sendiri saat ditemui di ruang perawatan RSUD Tarakan belum bersedia berbicara apa-apa. Karena dalam kondisi masih syok. Dia terlihat mengalami luka-luka di bagian kaki. Begitu juga dengan sang istri yang masih dalam keadaan trauma akibat tertimbun longsor.

Tak hanya di Kampung Satu dan dua kejadian di hari sebelumnya (belakang Gedung Gadis Tarakan dan RT 10 Kampung Bugis, Karang Anyar, Red) hujan yang mengguyur Tarakan dua hari ini juga menyebabkan longsor di RT 70 Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar.  Sebuah rumah milik Anjel porak poranda setelah  terseret longsoran hingga kurang lebih 10 meter dari posisinya semula.

Wartawan koran ini di lapangan mencatat, terjangan longsoran itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita Kamis (26/1) kemarin. Rumah ibu Anjel sendiri berada pada posisi tanah rata yang tidak  diprediksi bakal terkena longsor.

Di luar dugaan longsoran yang panjangnya mencapai 100 meter dengan pusat di puncak bukit berbatasan antara RT 10 dan RT 70 Kelurahan Karang Anyar tersebut menghantam rumah Anjel.

Beruntung dalam musibah tersebut, tidak ada korban jiwa. Karena semua barang berharga milik korban sudah dikosongkan sejak Kamis dini hari (sekitar pukul 03.00 wita) lalu oleh warga sekitar yang juga masih ada hubungan keluarga dengan korban.

Selain Anjel, ada sekitar 7 rumah di sekitar longsoran yang kini pada posisinya terancam longsor. Bahkan, 4 keluarga di antaranya sudah mulai mengosongkan rumah sejak Rabu pagi lalu.

Warga sekitar yang terancam longsor itu diantaranya, Wilhelmus Ama alias Lazarus, Uspan dan orangtuanya, Yoseph, Kopong, Serta Yunus dan anggota keluarganya pun kini sudah mengosongkan rumah.

“Untuk menjaga hal-hal di luar dugaan, kami sudah mulai mengosongkan rumah sejak Rabu pagi,” ungkap Lazarus. Mereka yang mengosongkan rumahnya itu kini tinggal di tempat keluarganya masing-masing.

Lurah Karang Anyar Wijianto SE saat meninjau lokasi longsor kemarin pagi menyatakan, setelah melakukan pendataan pihaknya akan melaporkan ke pemerintah kota. Mengenai bantuan, dia sendiri belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, untuk ibu Anjel kata Wijianto harus mendapat perhatian dari pemerintah kota. “Kalau rumah yang rata dengan tanah ini, memang harus menjadi perhatian pemerintah dan perlu mendapatkan bantuan,” pungkasnya.(*/mad/noi/ngh)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) :
Terbit Jumat, 27 Januari 2012

LAYANAN PENGADUAN 
SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 ATAU 
SMS (PESAN SINGKAT) KE 085247618394 

BLOG INI DAPAT DIAKSES
MELALUI HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Selasa, 17 Januari 2012

RUMAH DI GUNUNG BAKSO TARAKAN RAWAN LONGSOR


#POLPPTARAKAN_INFO :


Sejumlah rumah yang berada di kawasan Gunung Bakso  Kelurahan Karang Balik rawan longsor. Salah satunya rumah milik orangtua Erni. 

Akibat  tanah longsor ini, setiap hujan deras mengguyur Kota Tarakan,  keluarga Erni selalu was-was dan mengalami ketakutan apabila sewaktu-waktu rumah yang ditempati orangtua Erni bersama keponakannya tersebut ambruk dikarenakan tanah longsor.

Melihat ada warganya yang mengalami tanah longsor, Wakil Walikota (Wawali)  Tarakan Suhardjo Trianto mengintruksikan Satpol PP membantu mengevakuasi. Atas intruksi ini, Selasa (17/1) petugas Satpol PP membantu mengevakuasi barang-barang dan  keluarga Erni ke rumah di daerah Selumit yang telah disewakan Pemkot Tarakanselama satu tahun  

“Yah untuk sementara ini kami membantu, dengan menyewakan rumah. Ini salah satu penanganan darurat karena ini harus segera kita tangani. Siapa yang tidak takut tinggal di rumah itu dengan kemiringan tanah lebih dari 45 derajat,” ujar Suhardjo

Sementara Kepala DPUTR Jamaluddin mengaku,sebenarnya rumah di Gunung Bakso tersebut telah dibebaskan Pemkot Tarakan yang rencananya akan dimanfaatkan sebagai penataan hutan Kota untuk Dishutamben. 

“Namun dengan adanya kejadian ini, yah berarti semua bangunan di Gunung Bakso ini sebaiknya dibebaskan. Sebab saya melihat kemiringan tanah di Gunung Bakso ini mencapai 45 persen lebih, dan ini tentunya sangat rawan longsor,” ujarnya.


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar) :
Terbit Selasa, 17 Januari 2012

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 ATAU 
SMS (PESAN SINGKAT) KE 085247618394 

BLOG INI DAPAT DIAKSES
MELALUI HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Kamis, 21 Juli 2011

MAGRIB, 4 RUMAH TERBAKAR




Kebakaran terjadi di Jl Kusuma Bangsa RT 5, Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan pada pukul 18. 25 Wita kemarin (21/7) malam. Kebakaran itu menghanguskan 4 bangunan rumah. Diduga kebakaran disebabkan hubungan arus pendek (korsleting). Mamad, salah seorang saksi mata mengatakan api berasal dari rumah milik HS. “Di depan rumah itu ada seorang bocah berusia 6 tahun sedang bermain. Anaknya saya bawa, lantas diberikan ke orang tuanya,” ujarnya.
Mamad mengaku berusaha memadamkan kobaran api. Namun saat mengambil air, api keburu membesar. Saat jago merah menghanguskan dua rumah warga, mobil dinas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara (TKP). “Dua rumah terbakar baru mobil pemadam kebakaran datang,” tutur Mamad.
Hal yang sama juga diutarakan pemilik warung sembako, Sucipto. Ia menuturkan kebakaran terjadi saat magrib. “Ada percikan api dari dalam rumah milik HS. Warga berusaha memadamkan api karena bertepatan ada air di sekitar rumah, namun tidak sempat dipadamkan api keburu membesar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat api makin membesar warga pun saling bahu-membahu mengeluarkan barang-barang berharga. “Korban jiwa tidak ada, alhamdulillah selamat semua penghuni rumah dan barangnya sempat dikeluarkan,” katanya. Sedangkan ketua RT 5, Suripto malah tidak mengetahui asal mula terjadinya kebakaran tersebut. Dirinya mengaku mendapat telepon bahwasanya rumah warganya ada yang terbakar. “Saya kan sedang kerja di SPBU Mulawarman, kemudian di telepon dan pas datang kejadiannya sudah begini. Saya pun belum tahu penyebabnya,” terangnya.
Api juga menjalar ke konter handphone yang terletak di depan rumah milik HS. Selain itu juga menghanguskan warung sembako, pimpinan cabang muslimat NU dan LKM Karya Mandiri Sejati. Bahkan hotel yang tepat berada di dekat TKP nyaris ikut terbakar. Seluruh mobil dinas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Berselang satu jam api dapat dipadamkan kebakaran.
Kepala Kepolisian Resor Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH melalui Kepala sub Bagian Hubungan Masyarakat Ajun Komisaris Polisi Subarjo mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek. “Pihak kepolisian masih akan melakukan pengembangan,” beber Subarjo. Kebakaran tersebut sempat memadamkan arus listrik yang berada sepanjang Jalan Kesuma Bangsa. Sebelumnya juga ada isu kebakaran di kawasan Sebengkok. Namun setelah polisi ke sana, kebakaran yang dimaksud ternyata tak ada. (ipk/noi)


Sumber Kutipan :
Terbit Jumat, 22 Juli 2011

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 ATAU (0551) 5500655 
SMS (PESAN SINGKAT) KE (0551) 5500655 

BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Jumat, 11 Maret 2011

WARGA PANTAI AMAL AKAN DIEVAKUASI KE UNIVERSITAS BORNEO



Pemerintah Kota Tarakan melalui Camat  Tarakan Timur mengimbau kepada warga yang berada di pinggir Pantai Amal Lama dan Pantai Amal Baru untuk segera mencari tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi adanya bencana tsunami. 


Menurut Camat Tarakan Timur, Hanip ia sudah mengimbau kepada seluruh  Ketua RT di Pantai Amal Lama dan Baru agar dapat mengevakuasi warga ke Universitas Borneo yang tidak jauh dari Pantai Amal Lama dan Baru.

 
"Dari tadi sore sampai malam ini saya minta agar warga segera dievakuasi  ke Univesitas Borneo, karena tempatnya lebih tinggi. Tapi yah itu, saya sudah beritahu, tapi warga tanggapannya biasa- biasa saja. Padahal ini untuk antisipasi jangan sampai terlambat. Sebab kalau terlambat nanti pemerintah yang disalahkan," ujarnya, Jumat (11/3/2011) malam.


Hanip mengatakan, pihaknya akan melakukan evakuasi kepada warga. "Kalau warga yang tidak mau dievakuasi akan kami paksa. Sebab ini juga untuk kebaikan bersama, dan instruksi dari Kesbanglinmas," katanya.


Murni, salah satu warga Pantai Amal mengaku, telah diberitahu oleh Ketua RT untuk waspada adanya tsunami. "Pak RT sudah beritahu, kita harus waspada. Tapi saya pasrah saja kalau memang sudah ajal yah mau diapain," katanya.


Meskipun begitu, kata Murni, kalau memang harus dievakuasi ia bersama keluarganya akan mengikuti perintah pemerintah untuk evakuasi. "Tunggu instruksi evakuasi saja. Tapi sejauh ini belum ada instruksi evakuasi," ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan, Nuriana, warga Pantai Amal Lama. Wanita beranak tiga ini mengatakan, telah mengumpulkan surat-surat penting apabila sewaktu-waktu dievakuasi. "Kami siap kok dievakuasi, dan ini juga saya nonton televisi terus. Apalagi di Tarakan tidak termasuk daerah yang kena tsunami," katanya.


Sementara sampai berita ini diturunkan, evakuasi ke Universitas Borneo belum dilakukan. Namun sejumlah aparat mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI AL, AD, AU, polisi, Basarnas, hingga PMI telah siaga, untuk evakuasi warga. Satpol PP telah menyiapkan dua truk dan satu mobil patroli untuk evakuasi warga.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola


SUMBER KUTIPAN (kecuali gambar ilustrasi diatas) :
Tribun Kaltim - Jumat, 11 Maret 2011



BROWSING INFO SATPOL PP TARAKAN 
MELALUI HANDPHONE ANDA, 
SILAHKAN KLIK DI 
http://www.feedm8.com/satpolppkotatarakan 

SATPOL PP KOTA TARAKAN
Readmore »

Kamis, 02 Desember 2010

PEMKOT TARAKAN SEGERA BENTUK BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH



Dalam waktu dekat Pemkot Tarakan akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Rencananya tim BPBD ini melibatkan beberapa instansi. Di antaranya Badan Pengelolan Lingkungan Hidup (BPLH), Kesbanglinmas, Pemadam Kebakaran, TNI dan Polisi.


Menurut Walikota  Udin Hianggio, sudah seharusnya Tarakan memiliki BPBD agar dapat mengatasi permasalahan bencana yang sering terjadi di Tarakan. "Jadi BPBD ini tidak hanya bertugas menanggulangi bencana longsor, melainkan kebakaran, banjir dan bencana lainnya," ujar Udin kepada Tribun, Kamis (2/12/2010) di ruang kerjanya.



Orang nomor satu di Tarakan ini mengatakan, BPBD sangat penting untuk dibentuk, agar penanggulangan bencana di Tarakan dapat lebih baik. "Apabila ada bencana longsor yang seperti hari ini BPBD dapat segera memberikan bantuan," katanya.



Mengenai bantuan kepada korban longsor dalam hal ini keluarga Ari Susanto, kata Udin akan dibicarakan lebih lanjut dengan beberapa instansi terkait. "Akan kita bicarakan berapa besar bantuan yang akan diberikan. Tentu kami hanya bisa memberikan bantuan dan bukan ganti rugi," ujarnya. (*)



SUMBER KUTIPAN KECUALI (GAMBAR ILUSTRASI) :
KAMIS, 2 DESEMBER 2010

SATPOL PP KOTA TARAKAN
Readmore »

TIGA KORBAN LONGSOR MENGALAMI LUKA MEMAR DAN SEMPAT MENELAN LUMPUR




TIGA KORBAN LONGSOR MENGALAMI LUKA MEMAR

Bencana longsor kembali terjadi di Tarakan. Hujan deras mengguyur Tarakan, Kamis (2/12) dini hari mengakibatkan tanah longsor, dan menimpa satu rumah milik Ari Susanto (41), warga Jalan Flamboyan RT 27 Gang Lunto, Karang Anyar.
Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa hanya korban luka-luka. Ada tiga anggota keluarga Ari Susanto mengalami luka-luka memar dan lebam. Tiga korban terdiri dari Meli (18), Novia (16), Novia Sari (16).
Tiga korban luka-luka ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) oleh pihak kepolisian yang berada di lokasi bencana. Setelah diperiksa dokter RSUD Tarakan, ketiga korban diperbolehkan pulang dan diberikan obat.
Adanya musibah longsor yang menimpa keluarga Ari Susanto, beberapa instansi terkait langsung memberikan bantuan berupa bahan sembako. Seperti Kelurahan Karang Anyar membantu beras, mie instan dan air mineral. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tarakan memberikan beras, mie instan, air mineral, selimut dan tikar.
Arfinah, istri Ari Susanto mengucapkan terimakasih dengan adanya bantuan yang diberikan. Ia pun bersyukur anggota keluarganya selamat dari musibah longsor, meskipun dua anaknya dan satu keponakannya mengalami luka memar.
"Yah syukurnya semua selamat. Padahal saya sama anak saya yang paling kecil ini sempat terendam lumpur. Kejadiannya sangat begitu cepat, tiba-tiba saja langsung saja longsor," ucapnya yang sudah tiga tahun tinggal di lokasi tersebut. (*)


KORBAN LONGSOR DI TARAKAN SEMPAT MENELAN LUMPUR


Tiga korban bencana longsor yang mengalami luka-luka memar ternyata ada yang sempat  menelan lumpur. Hal ini dialami Meli, cewek usia 18 tahun. 

Meli mengaku, saat terjadi longsor yang menimpa rumahnya, ia terendam di dalam lumpur. Untuk itu ia teriak minta tolong. Untunglah beberapa warga langsung membantunya.  "Saat terendam lumpur itu, saya sempat kemasukan lumpur di dalam mulut. Bahkan semua badan saya penuh lumpur," ujarnya.


Menurut Meli, ketika kejadian ia sempat mendengar hujan deras, petir dan halilintar menyambar rumahnya. Mendengar petir, ia pun bangun dan langsung mematikan handphone. Ia mematikan handphone. "Eh pas saya matikan handphone, tidak lama terdengar suara gemuruh dan langsung longsor,"ujarnya. (*)


Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Junisah

SUMBER KUTIPAN :

  1. TIGA KORBAN LONGSOR MENGALAMI LUKA MEMAR (TRIBUNKALTIM.CO.ID - KAMIS, 2 DESEMBER 2010);
  2. KORBAN LONGSOR DI TARAKAN SEMPAT MENELAN LUMPUR (TRIBUNKALTIM.CO.ID  KAMIS, 2 DESEMBER 2010).


SATPOL PP KOTA TARAKAN
Readmore »

Sabtu, 24 Juli 2010

SATU BANGUNAN TERSERET ARUS DAN TIGA ORANG WARGA TEWAS AKIBAT LONGSOR



Musibah tanah longsor kembali terjadi di Kota Tarakan pada hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010 diperkirakan pukul 04.00 wita. Kejadian tersebut selain mengakibatkan bangunan rumah kios (ruko) yang berdiri diatas sungai di Jalan Aki Balak RT.55 No.55 Depan Bandara Juwata Tarakan Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat pemilik An. Baharuddin hancur akibat terseret arus sungai dan mengakibatkan 3 (tiga) orang warga meninggal dunia akibat tertimpa runtuhan bangunan yang berlokasi kejadian di Jalan Lili 3 RT.57 No.27 Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat, pemilik bangunan An. H. Sabang.

Untuk mengevakuasi para korban, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan menurunkan 1 (satu) regu untuk membantu dalam mengevakuasi para korban yang tertimpa runtuhan bangunan di Jalan Lili 3 RT.57 No.27 Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat, " Salah satu tupoksi kami adalah membantu warga yang tertimpa musibah, dan personil yang kami turun mereka yang telah terlatih khususnya dibidang S.A.R. " ungkap Dison, SH selaku Kepala Satpol PP Kota Tarakan ketika ditemui diruang kerjanya.

Dikutip dari salah satu media yang ada di Kota Tarakan yaitu RADIO GRASSFM TARAKAN, Wakil Walikota Tarakan mengatakan Pemerintah tidak akan tinggal diam dan pasti akan membantu korban longsor, dan ini kita jadikan pelajaran, agar titik rawan longsor, tidak digunakan untuk pemukiman dan pada masyarakat yang berada di lereng gunung dan perbukitan. Agar lebih waspada terhadap curah hujan tinggi, yang menimbulkan tanah longsor dan bencana alam lainnya. Menurutnya, Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda), Tentang wilayah yang boleh di tempati untuk pemukiman warga. Ia berharap, warga lebih sadar dengan aturan tersebut, demi keselamatan masyarakat di lokasi titik rawan longsor.

Segenap Keluarga Besar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan mengucapkan turut BERDUKA CITA, semoga mereka yang meninggal dunia diterima disisi ALLAH S.W.T dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

DAFTAR NAMA - NAMA WARGA YANG TEWAS AKIBAT LONGSOR :
  1. ANSAR (Pria, umur 24 Tahun)
  2. WIJANTI (Wanita, umur 20 Tahun)
  3. RAHIL (Pria, Balita umur 8 Bulan)
Sumber Data Satpol PP Kota Tarakan


by KAMSIR (POLPP - TIBDIK)









Readmore »

Selasa, 20 Juli 2010

SI JAGO MERAH HANGUSKAN TIGA RUMAH BERSAUDARA




Tarakan Selang empat hari, kebakaran kembali terjadi di Kota ini. Kali ini lokasinya di Kampung Enam. Peristiwa yang terjadi sore kemarin (20/7) menghangus tiga rumah warga di RT.8.

Tak hanya itu, dua orang harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena percikan api saat kebakaran terjadi. Keduanya adalah ibu dari salah satu pemilik rumah bernama Saraledo (55) dan cucunya lisa (5).

Saat diminta keterangan, salah seorang saksi mata yang juga anak Saraledo, Dina menjelaskan, kebakaran ini bermula dari lantai dua rumahnya di bagian salah satu kamar yang diduga kuat berasal dari korsleting listrik.

Dina menjelaskan, sesaat sebelum mengetahui terjadi kebakaran, dirinya sedang mencuci piring dan sang ibu tengah istirahat bersama keponakannya di ruang tengah sambil menonton salah satu tayangan televisi. Asyik menyusun piring, Dina mendengarkan teriakan dari anaknya bahwa api sudah menjalar hingga ke ruang tamu.

" Kami waktu itu ada 4 orang, pada saat menyusun piring anakku teriak mami - mami ada api lalu aku ke ruang tamu. Aku tarik mamaku dan anak keponakanku keluar, " jelas Dina kepada Radar Tarakan saat menemani sang ibu yang terbaring di RSUD Tarakan lantaran tangan kirinya dan dahinya tersulut api.

Dalam waktu singkat saja api berhasil menjalar ke rumah sebelah dan rumah depan yang tak lain adalah keluarga besarnya sendiri.

Mengetahui api semakin membesar dan menjalar ke beberapa bagian rumah yang didominasi kayu ini, Dina kemudian menarik ibu dan keponakannya yang berada diruang tamu menuju pintu keluar bagian dapur lantaran api sudah menghanguskan lantai 2 dan bagian tengah rumah dan sudah mulai menjalar ke rumah sebelahnya. Belum usai api manjalar hebat, ibu Dina kemudian berinisiatif kembali ke dalam rumah untuk mengambil barang berharga mereka. Namun naas bagi Saraledo, api yang sudah menggila akhirnya mengenai tangan kiri dan dahinya sehingga harus mendapatkan perawatan serius.

" Saya lalu tarik tangan mama saya keluar, tapi dia terus keluar masuk, lama - lama tangannya kena percikan api. Anak saya juga kena bagian kaki, mungkin dia injak itu percikan api makanya luka, " terangnya.

Akibat kebakaran itu hampir dipastikan surat - surat berharga, seperti surat tanah, ijazah dan surat berharga lainnya ikut terbakar. Termasuk pakaian. Belum lagi 3 rumah yang dilahap api tersebut merupakan rumah keluarga kakak beradik Lukas Londong (anak pertama), Paulus Duma (anak kedua) dan Marten Rombe (anak ketiga). " Surat - surat berharga habis semua mas, " kata Paulus sambil meratapi rumahnya yang hangus terbakar.

Menyaksikan 3 rumah warganya hangus terbakar, Ketua RT.8 Noni menyatakan, belum bisa mengambil kesimpulan soal akan diungsikan kemana warga tersebut. " Kami belum bisa bicarakan itu sambil menunggu konfirmasi seluruh keluarga karena mereka banyak sanak saudara, " tandasnya.

Sementara itu, dr. Jerry kepada wartawan koran ini menyebutkan, 2 korban kebakaran sudah bisa dipulangkan dan hanya memerlukan perawatan rumah saja. " Mereka sudah bisa pulang karena hanya dalam derajat 2 saja sehingga hanya perlu perawatan dirumah dan sering kontrol, itu saja, " pungkasnya. (*/nat)

SUMBER KUTIPAN (kecuali gambar) : SKH Radar Tarakan, terbit hari Rabu tanggal 21 Juli 2010



DOKUMENTASI MUSIBAH KEBAKARAN HARI SELASA TANGGAL 20 JULI 2010
PUKUL 16.15 WITA DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR
KOTA TARAKAN













Readmore »

Minggu, 16 Mei 2010

20 ORANG PERSONIL SATPOL PP KOTA TARAKAN DI TERJUNKAN KE LOKASI LONGSOR


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan menurunkan 20 orang personil, untuk membantu warga yang rumahnya tertimbun tanah longsor, di jalan Slamet Ryadi RT 26  Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat. personil ini bersama Polres Tarakan dan aparat lainnya, terlihat cukup sibuk mengangkat tanah longsor yang memenuhi puluhan rumah warga. Padahal pagi tadi, hujan masih menyirami di seluruh wilayah Kota Tarakan.
 
Asisten I Walikota Pemerintah Kota Tarakan Nasib yang berada di lokasi mengatakan. Pihaknya akan berupaya membantu warga, yang tertimpa musibah dengan memberikan sembako atau lainnya, tapi sebelumnnya ia harus berkoordinasi pada Walikota Tarakan, yang saat ini sedang berda di luar kota.

“Kita koordinasi terlebih dahulu dengan Pak Walikota, kalau sudah langsung kita berikan sembako secepatnya” jelasnya pada wartawan dilokasi kejadian hari minggu tanggal 16 Mei 2010.

Ia juga menghimbau, bagi para warga yang bermukim di lereng bukit dan gunung agar waspada dengan tanah longsor. Apalagi dalam minggu terkhir ini, Kota Tarakan terus diguyur hujan yang cukup lebat.

Nasib juga langsung memerintahkan Camat dan Lurah, untuk segera menghimpun data lokasi atau wilayah yang sekiranya rawan terhadap longsor, dan lebih waspada terhadap musibah tanah longsor.

“Tadi saya juga sudah perintahkan Camat sama Lurah, untuk segera mendata warganya yang tinggal di titik-titik rawan longsor”jelasnya.
by KAMSIR.






Readmore »

BERITA SATPOL PP KOTA TARAKAN ..............

PERSEMBAHAN: BLOG SATPOL PP KOTA TARAKAN