----- SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KOTA TARAKAN, Alamat : Jalan Halmahera depan taman oval 1 ladang telp. / fax : (0551) 32492 Kel. Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah, KOTA TARAKAN - KALIMANTAN UTARA (kodepos 77121). EMAIL : polppkotatarakan@gmail.com -----

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label PENGAMANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGAMANAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

DIDUGA KARENA BENSIN, RUMAH DAN 2 UNIT MOTOR ABDUL RAHMAN TERBAKAR

 


#POLPPTARAKAN_INFO :  Tarakan membara! kali ini 1 buah rumah dan 2 sepeda motor merk Yamaha Vixion dan Yamaha Vega milik Abdul Rahman warga RT 12 nomor 1 Kelurahan Sebengkok dilahap api, Minggu (7/6/2015) siang sekitar pukul 11.27. Kejadian tersebut menghebohkan warga yang melintas di sepanjang jalan Diponegoro dan langsung berusaha membantu memadamkan api.

Readmore »

Jumat, 04 Oktober 2013

WARGA KELUHKAN BALAP LIAR



#POLPPTARAKAN_INFO : Delik aduan kenakalan para remaja akan `Balapan Liar` tidak hanya sampai pihak Satlantas saja, namun belakangan ini pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sering terima aduan dari warga. Pada umumnya warga merasa terganggu dengan suara knalpot motor yang berisik saat `pembalap liar` berpacu mengitari kawasan Taman Oval (TO) Ladang, terutama pada waktu menjelang magrib dan khususnya saat malam minggu. 

Kepala Satpol PP Kota Tarakan, Dison SH katakan, mereka sudah sering menahan sejumlah `pembalap liar` yang lakukan kebut - kebutan tersebut. Dan pihak Satpol PP segera menindak lanjuti lapornya ke Satlantas Polres Tarakan, karena merekalah yang yang berwenang menangani masalah semacam ini. Namun menurut Dison, sepertinya sekumpulan remaja tersebut tidak ada rasa takut lagi dengan aparat keamanan. 

“Tidak hanya sekali saja, sudah sangat sering sekali kami mengamankan para remaja yang melakukan balapan liar itu, Namun memang sekali lagi, ini bukan ranah kami, tetapi kami membantu Satlantas,” ujar Dison. 

“Apabila kami menahan para remaja yang melakukan balapan tersebut, tindakan selanjutnya kami serahkan langsung kepada pihak Satlantas,” lanjut Dison kepada awak media Tarakan News beberapa hari lalu, Rabu (25/09). 

Aduan warga, khususnya yang berdomisili sekitar TO Ladang mengatakan sering adanya kegiatan kebut – kebutan kendaraan roda dua (red, motor) terutama pada malam minggu sekitar pukul 00.00 WITE. Dison paparkan, pihaknya sering kewalahan mengamankan mereka, karena bila mereka melihat salah satu anggota Satpol PP yang keluar dari kantor, para remaja tersebut langsung berhambur ke segala arah melarikan diri. 

“Jadi kita akan tetap amankan karena mereka secara langsung sudah menganggu kenyamanan para warga, juga sebagai bentuk langkah membantu Satlantas,” imbuhnya. 

Namun Dison tegaskan kembali, pihaknya tidak ada wewenang untuk menahan mereka semalaman, Satpol PP langsung menghubungi Satlantas untuk membawa mereka ke Polres untuk ditindak lanjuti. (SGT – OZ – DD, Diskominfo Tarakan)


Sumber Kutipan :
Terbit 01 Oktober 2013


LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 







BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Jumat, 27 September 2013

16 JAM API BARU DINYATAKAN PADAM

 


#POLPPTARAKAN_INFO : Api yang melahap toko Metro Jaya di jalan Yos Sudarso pada Kamis (26/9) kemarin, ternyata belum “jinak”. Hingga Jumat (27/9) dinihari kemarin, sejumlah titik-titik api masih menyala dan mengeluarkan kepulan asap.

Dari pantauan wartawan koran ini, dua mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan dibantu polisi tetap disiagakan hingga kemarin siang di lokasi kebakaran.

Api yang berkobar tersebut membakar sisa-sisa barang material dari toko yang berusia 35 tahun ini. Kondisi tersebut sempat membuat warga geger dan mengira ada kebakaran lagi.

“Saya sempat kaget dengar ada kebakaran lagi, tapi ternyata itu api sisa dari kebakaran tadi,” kata Yuli warga Karang Balik yang rumahnya tidak jauh dari TKP.


Petugas PMK pun terus berupaya melakukan pemadaman hingga pukul 03.00 dini hari. Dan dilanjutkan proses pendinginan hingga pagi harinya.

Kepala  BPBD Tarakan, Hariyanto menjelaskan sebagian besar barang-barang material yang berada didalam toko Metro Jaya mudah terbakar. Seperti bahan karet, plastik dan sintetis. Hal itulah yang membuat petugas PMK sempat kewalahan mengatasi si jago merah tersebut.

“Api sulit dipadamkan karena material yang terbakar dari toko Metro tersebut tergolong mudah terbakar. Secara kimiawi memang mudah sekali terbakar sehingga kami harus terus melakukan penyiraman dan pendinginan, kalau tidak dilakukan api bisa menjalar dan mengancam bangunan sekitar yang lain,” ungkap Hariyanto kepada Radar Tarakan.

Selain itu, pada malam harinya angin kencang menjadi pemicu sehingga membuat api tetap menyala. “Jadi karena ada angin kencang dan masih ada bara-bara api yang disebabkan material yang belum habis terbakar membuat api menyala lagi,” jelasnya.

Pasca kebakaran, kata Hariyanto, TKP memang tidak bisa ditinggalkan begitu saja oleh petugas. Petugas harus tetap siap siaga untuk melakukan pendinginan-pendinginan seoptimal mungkin hingga titik nyala api tidak terbakar lagi.
“Kita tetap waspada, anak buah saya selalu monitor melalui Pos PMK Tarakan Barat,” terangnya.


Sebagai bahan evaluasi, Hariyanto berpesan kepada masyarakat agar ketika ada peristiwa kebakaran tidak memenuhi lokasi kejadian sehingga menyebabkan akses jalan terganggu.

“Saya berharap kalau ada kebakaran, ketika petugas akan melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan, tolong lah memberikan akses yang seluas-luasnya kepada petugas pemadam kebakaran. Kalau dia tidak mau bantu paling tidak akses diberikan, jangan dibikin sempit jalan itu sambil menonton kan susah kaminya nanti,” harapnya menambahkan.

Sumber Kutipan :
Terbit Sabtu, 28 September 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 





BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

TOKO BERUSIA 35 TAHUN LUDES TERBAKAR



#POLPPTARAKAN_INFO : Toko Metro Jaya yang berada di Jalan Yos Sudarso, ludes dilalap si jago merah kemarin siang sekira pukul 11.30 wita. Toko ini merupakan salah satu toko tertua yang ada di kota Tarakan. Dibangun sejak tahun 1978, dan setahun kemudian pada 1979 resmi berniaga.

Bangunan berwarna kekuningan tersebut memiliki luas total 14 X 45 meter dengan luas toko 16 X 25 meter itu menjual aneka barang seperti konvensi, elektronik, kipas angin, karpet, barang-barang kelontongan, alat memancing dan masing banyak jenis lainnya.

Salah satu karyawan Metro Jaya, Lia, menuturkan pagi harinya tempatnya bekerja masih dalam kondisi seperti biasanya. “Kami masuk kerja seperti biasanya, pukul 08.00 wita, dengan membuka pintu,” ucap wanita berusia 23 tahun ini kepada Radar Tarakan, saat berada dilokasi kejadian.



Namun sekitar pukul 11 siang, tiba-tiba muncul asap dari lantai II. “Sekitar setengah dua belas itu, ada asap dari lantai II,” tuturnya. Begitu mengetahui ada asap, semua karyawan beserta bos langsung keluar dari toko. “Kami ada 8 orang yang kerja di toko. Tetapi hari ini (kemarin, Red.) hanya 4 orang yang masuk kerja dan 4 orang lainnya izin. Jadi begitu kejadian kami langsung keluar,” bebernya.

Hal senada diungkapkan karyawan counter Planet Phone, Nur yang pertama kali melihat kepulan asap. Dia mengatakan, asal api bermula dari lantai II. Di lantai tersebut merupakan tempat menyimpan barang-barang yang mudah terbakar.

“Saya siang itu berada di lantai III menjaga server di tempat kerja, dan mencium bau kabel terbakar,” kata Nur.

Lanjut dia, setelah melihat ke toko Metro Jaya di lantai II sudah ada kepulan asap dan api belum terlalu besar. Nur pun memutuskan turun ke lantai dasar, untuk memberitahukan rekan-rekan kerjanya bahwa terjadi kebakaran. Begitu keluar dari counter, api sudah membesar di lantai II. “Di lantai II itu ada kurang lebih 15 apar (alat pemadam kebakaran), tapi tidak sempat digunakan,” cetusnya.

Sementara itu, anak pemilik toko Metro Jaya, Utuh Sastra Gunawan menyampaikan, bahwa ada warga yang memberitahukan kalau ada asap muncul di lantai II. “Istri saya tadi dapat informasi dari warga, kalau di lantai dua ada asap,” katanya.

Dikatakannya, di lantai II tersebut merupakan tempat penyimpanan barang-barang mudah terbakar seperti springbed dan lain sebagainya. “Barang-barang yang mudah terbakar,” sambungnya.

Kemudian, dia bersama istrinya langsung naik ke lantai II untuk memadamkan api. Namun, niat untuk memadamkan api urung dilakukan karena api cepat membesar. Sehingga dia bersama istri pun langsung kembali turun dan keluar dari toko.

“Yah, mungkin penyebabnya korsleting listrik,” kata pria yang mendapat luka bakar dilengan kirinya.

Dengan kejadian itu, diduga total kerugian berkisar Rp 2 miliar lebih. “Kalau dilihat  untuk total kerugiannya berkisar Rp 2 miliar lebih,” sebutnya.

Musibah kebakaran tersebut bahkan menimpa bangunan di sebelah toko, yakni Bank Mandiri Syariah.

Di lain pihak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Hariyanto Abdi mengakui proses pemadaman di lokasi yang berada di tepi jalan protokol tersebut mengalami banyak kendala.

Itu disebabkan barang-barang yang berada di dalam toko merupakan material yang mudah terbakar. Sehingga membuat petugas harus bekerja ekstra dalam upaya pemadaman api, termasuk juga membutuhkan pasokan air yang banyak.

“Secara tidak langsung faktor tersebut membuat petugas kami menjadi kesulitan dalam melakukan pemadaman. Secara kimia dia bersinergi, sehingga dalam praktiknya kalau tidak dipadamkan serentak apinya bisa membesar lagi,” ungkapnya.

“Oleh karena itu pada operasi kali ini betul-betul sangat dibutuhkan suplai air yang cukup banyak,” tambahnya.

Dalam upaya pemadaman api, Hariyanto menyebutkan PMK Tarakan menurunkan 14 unit mobil pemadam beserta 1 unit mobil tangga. Selain itu, dibantu dengan beberapa unit mobilwater supply dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tarakan, Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tarakan, dan PT Pertamina.

“Alhamdulillah bantuan dari berbagai unsur memudahkan kerja kami,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan DKPP Tarakan, Broto Subagiyo, mengatakan pihaknya berinisiatif membantu proses pemadaman api, dengan menurunkan 3 mobil water supply. Di antaranya, 2 mobil berkapasitas 5.000 liter dan 1 mobil 3.000 liter.

Broto mengaku sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air yang banyak, sehingga harus mengambilnya dari sungai yang terdekat. “DKPP dalam hal ini berinisiatif menolong proses pemadaman dengan menurunkan 3 unit mobil air untuk membantu pasokan ketersediaan air. Kita tadi sempat 2 kali droping. Air memang agak sulit kita ambil, jadinya kita manfaatkan air dari sungai yang terdekat saja,” jelasnya.

Terpisah, Komandan Brimob Polres Tarakan, Kompol Agus Suharsoyo mengungkap kehadiran anggota Brimob di lokasi kebakaran untuk membantu mengamankan lokasi kejadian dari ribuan warga yang dinilai menghambat proses pemadaman karena memenuhi jalan hanya untuk menonton kebakaran.

“Kami disini dalam kapasitas hanya untuk mengamankan dan menertibkan lokasi kebakaran dari warga yang biasanya sering berkerumun. Sehingga menghambat kerja dari petugas dalam pemadaman api. Selain itu, kita membantu proses evakuasi penyelamatan barang warga,” terangnya.

Apalagi musibah kebakaran ini turut menghanguskan Bank Mandiri Syari’ah yang notabene terdapat brankas menyimpan uang didalamnya. Agus menyatakan siap mengamankan TKP pasca kebakaran ini.

“Kita juga siap mengamankan TKP pasca kebakaran nanti ,” ungkapnya.

Hingga berita ini dibuat, malam tadi sekitar pukul 19.30 wita petugas PMK kembali menerjunkan empat unit ke lokasi kebakaran toko Metro Jaya. Pasalnya, api dalam jumlah kecil kembali membara di dalam toko dan mengeluarkan kepulan asap yang cukup banyak. Namun api dapat diatasi oleh petugas PMK, ditambah lagi tadi malam kota Tarakan diguyur hujan yang cukup deras.

Sumber Kutipan :
Terbit Jumat, 27 September 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 




BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Rabu, 18 September 2013

CALHAJ DAPAT LIVING COST 1.500 RIYAL




Tiap Calhaj Hanya Diantar 1 Mobil Berstiker



#POLPPTARAKAN_INFO : Kemarin (17/9), 111 calon haji (Calhaj) Kota Tarakan yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) X dilepas secara resmi Pemerintah Kota Tarakan, dalam hal ini Asisten III Kota Tarakan Mariyam di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan. Setelahnya, para calhaj harus mempersiapkan diri untuk sesi pemberangkatan ke Embarkasi Batakan di Balikpapan, pada tanggal 22 September dengan menggunakan armada Garuda Airlines dari Bandara Juwata Tarakan.

Disebutkan Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Tarakan, H Bambang Irawan, pada tanggal 22 September itu, seluruh calhaj harus berada tepat waktu di titik kumpul pemberangkatan, Masjid Raya Baitul Izzah. “Disana, mereka akan melaksanakan salat Subuh berjamaah, lalu ada sedikit acara seremonial dari pemerintah kota, dilanjutkan dengan pembagian Buku Kesehatan, SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama), boarding pass, SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) Biru dan menyerahkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) seperti aturan yang diterapkan armada pengangkut mereka,” ungkap Haji Bambang, kemarin.

Dikatakan, calhaj Kota Tarakan akan diberangkatkan dalam dua jadwal penerbangan. Flight pertama, pada pukul 7 pagi dengan jumlah 78 calhaj ditambah 5 petugas, dan flight kedua pada pukul 14.00 dengan jumlah 33 calhaj dengan 3 petugas. “Setiap calhaj hanya boleh diantar oleh keluarganya dalam satu mobil. Dan, setiap mobil pengantar akan diberikan stiker oleh panitia pemberangkatan,” terangnya sebelum menerangkan bahwa untuk pengangkutan calhaj dari Masjid Raya Baitul Izza ke Bandara Juwata, panitia menyediakan enam unit bis. “Untuk pengamanan, kita melibatkan aparat Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), polisi dan lainnya,” imbuhnya.

Melengkapi, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, Hj Qomariyatul Hidayah mengatakan, saat diberangkatkan nanti, disamping makanan dan keperluan pribadi, tiap calhaj hanya dibenarkan membawa satu buah gunting ukuran kecil guna kepentingan Tahalul. “Kalau benda, seperti senjata tajam, dan lainnya yang memang dilarang dalam penerbangan, tidak dibenarkan,” ungkapnya.

Sementara, kelengkapan pribadi untuk setiap calhaj Tarakan, dipastikan tak berbeda dengan calhaj lainnya di Indonesia. Terkecuali, ada sedikit modifikasi pada jilbab yang digunakan calhaj Tarakan. “Perbedaan lainnya, calhaj kita jauh lebih siap ya. Karena kita sudah melakukan 10 kali manasik kelompok, dan tiga kali manasik massal,” terangnya.

Perbedaan lainnya adalah, setiap calhaj Tarakan, khususnya Indonesia menerima living cost(biaya hidup) yang diambilkan dari biaya naik haji yang mereka bayarkan kepada panitia penyelenggara ibadah haji, sebesar 1.500 Riyal atau setara Rp 5 juta per calhaj. “1.500 Riyal ini akan digunakan mereka membayar dam karena ini kan haji Tammatu’ serta biaya hidup di Mekkah selama 22 hari. Saya kira cukuplah,” urainya seraya mengatakan bahwa setelahnya, urusan makan dan minum calhaj akan ditanggung panitia haji di Arab Saudi lewat kateringan, baik saat berada Madinah maupun Armina.

Sumber Kutipan (Kecuali Gambar) :
Terbit Rabu, 18 September 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 






BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Senin, 26 Agustus 2013

ALL OUT PENGAMANAN PILWALI TARAKAN 2013




Polres Libatkan Kekuatan TNI hingga Satpol PP


#POLPPTARAKAN_INFO : Polres Tarakan selaku leading sektor pengamanan bakal all out amankan tahapan Pemilihan Walikota dan wakil walikota (Pilwali) Tarakan yang akan digelar 10 September mendatang. Tak terkecuali untuk jadwal kegiatan kampanye damai di Stadion Datu Adil (23/8), besok. 

Kekuatan pengamanan, selain personel Polres Tarakan plus penambahan 1 kompi Brimob Kaltim, juga didukung penuh kekuatan TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja, Sentra Komunikasi (Senkom) maupun satuan pengamanan lainnya.

“Untuk persiapan pengamanan tahapan kampanye, Polres Tarakan didukung TNI dan pengamanan terkait lainnya melakukan gelar pasukan untuk menunjukkan kesiapan dalam pengamanan kampanye damai nanti,” ungkap Wakapolres Tarakan Kompol Bambang Satriawan di sela geladi bersih pengamanan-di stadion Datu Adil, sore kemarin.
Lanjut Wakapolres, rangkaian tahapan geladi bersih kemarin adalah pemantapan upacara kampanye damai dan dilanjutkan geladi bersih pengamanan konvoi kampanye damai yang akan dikawal Satuan Unit Lalulintas (Satlantas) Polres Tarakan.

Wakapolres Tarakan Kompol Bambang Satriawan kepada Radar Tarakan menjelaskan, pihaknya pada dasarnya sudah siap mengamankan Pemilukada Tarakan yang mana sejauh ini berjalan dengan baik.

Wakapolres juga menginformasikan bahwa, yang akan menjadi inspektur upacara (irup) nanti adalah Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Toto Adi Kuncoro yang sore ini dijadwalkan tiba di Tarakan beserta sejumlah rombongan lainnya.

Nah, saat hari H besok, waka menyebutkan, kurang lebih 1.000 personil dari setiap unsur akan dilibatkan, termasuk dari Satuan Brimob Polda Kaltim.

Lebih lanjut dikatakan, dalam rangkaian pelaksanaan upacara dan kampanye damai nanti juga akan dilakukan penandatangan berkas acara kesepakatan setiap pasang calon walikota dan wakil walikota Tarakan. Setiap pasangan calon harus mendukung jalannya pemilukada damai, dan siap menerima hasil yang ditetapkan KPU Tarakan.

“Ada pembuatan pernyataan dari setiap pasang calon untuk menyatakan siap kalah dan siap menang. Nantinya, akan dibuatkan semacam berita acara kesepakatan siap kalah dan siap menang,” imbuh Kompol Bambang.

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan konvoi kendaraan bermotor utuk ramaikan kampanye damai bersama 9 pasang calon walikota dan wakil walikota Tarakan. Dalam kegiatan ini nantinya akan dikawal Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan.

Adapun rute konvoi, rencananya mengambil garis start dan finish di Stadion Datu Adil dengan rute mengelilingi pusat kota. Lalu apakah Wakapolda Kaltim juga turut dalam konvoi tersebut?
“Kita belum bisa pastikan tahu,” jawabnya.

Wakapolres menambahkan, Polres Tarakan akan menempatkan sejumlah unit personelnya di 4 titik kampanye. Titik kampanye dimaksud adalah sejumlah tempat atau venue yang ditetapkan sebagai lokasi kampanye di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Tarakan Tengah, Timur, Barat dan Utara.

Selain itu, komitmen pengamanan juga dilakukan di setiap posko pemenangan dan sejumlah tempat seperti kantor KPU Tarakan, kantor Panwaslukada, dan kantor Walikota Tarakan.

Melalui geladi bersih, Kompol Bambang juga berharap, selama pilkada berlangsung, keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman.

Sumber Kutipan :
Terbit Kamis, 22 Agustus 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 




BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Selasa, 09 April 2013

DUA RUMAH TERBAKAR, PEMILIK PINGSAN



#POLPPTARAKAN_INFO :


SI jago merah kembali membara. Selasa malam (9/4) tadi, kebakaran melanda rumah almarhum Senses Lausu Mardiorior, di Jl Diponegoro  Sebengkok Pelayaran RT 14, Kelurahan Sebengkok. Dari kejadian semalam, diketahui 2 unit rumah hangus terbakar dan 1 unit rumah yang didepan rumahnya rusak untuk mencegah agar api tak menjalar.

Dari keterangan beberapa warga, api bermula dari rumah almarhum yang saat itu ditinggalkan oleh pemiliknya. “Awalnya api berasal dari rumah dia dan saat itu  istri dan anak-anaknya sedang pergi beribadah,” ujarnya. Berdasarkan pantauan di lapangan pada saat kejadian, warga berbondong-bondong menyiram api tersebut agar tidak menyebar. Berselang 30 menit kemudian, mobil kendaraan pemadam kebakaran baru tiba di lokasi, meski api telah terpadamkan.

Seorang kerabat korban bernama Maria (34) mengungkapkan saat kebakaran mereka sedang beribadah di Angkatan Laut. “Saya bersama istri almarhum dan adiknya sama-sama beribadah,” ungkap ibu mengakui dekat dengan istri almarhum. Istrinya dan anaknya ini kata Maria, baru berkabung karena mendapatkan musibah. Ia katakan beberapa hari lalu suaminya Wenses Lausu Mardiorior wafat karena sakit.

“Belum 40 hari suaminya meninggal sudah dapat musibah lagi. Awalnya saya, dia dan adiknya pukul 8.30 Wita turun untuk beribadah. Berselang beberapa menit kami mendapatkan telepon dari tetangga, bahwa rumah yang ditempati olehnya terbakar,” ungkapnya sambil menangis. Vensilaus, kerabat lainnya mengaku pada saat meninggalkan rumah, sudah dalam keadaan aman. “Tetapi memang adat kami di ruang tamu diletakkan lilin dan foto selama 24 jam. Tetapi kalau kami keluar rumah lilin itu kami matikan,” ujarnya. Dari hasil pantauan lapangan, setelah api berhasil dipadamkan, pemilik korban tidak bisa diwawancarai karena pingsan. Hal yang sama dengan kedua anaknya yang langsung menangis histeris.(*/ule/c1)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) :
Terbit Rabu, 10 April 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 







BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Selasa, 12 Maret 2013

KERUGIAN CAPAI RP. 400 JUTA, DIDUGA API DARI DRUM BENSIN YANG MELEDAK




Tiga Rumah Terbakar, Lima KK Kehilangan Tempat Tinggal


#POLPPTARAKAN_INFO : Berdasarkan catatan media ini, sedikitnya sudah ada 4 kali kebakaran peristiwa kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Terakhir, terjadi pada Minggu (10/3) dini hari kemarin, 3 unit buah rumah yang dihuni oleh 5 kepala keluarga (KK) di Juata Kerikil RT 1, Jl Aki Balak persimpangan menuju Intraca dan Juata Laut, Tarakan Utara ludes dilalap si jago merah. 

Menurut beberapa saksi mata yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, kebakaran yang menghabiskan rumah milik keluarga Khadijah (37), Aris (56), Aguskan (20), Agustina (45) dan Hamdani itu, diduga berasal dari rumah aris.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi saat diperiksa polisi, api berasal dari ledakan drum berisi bensin yang ada di rumah Aris. Hal ini dibenarkan oleh Hamdani. Salah satu saksi yang juga korban itu menyebutkan, sumber api pertama berasal dari rumah Aris yang berada di ujung depan APMS (agen premium, minyak dan solar) di Pertigaan Juata-Intraca.

“Awalnya saya di dalam rumah kan baru mati lampu itu sekitar jam 11 malam (23.00 Wita). Jadi saat saya baring-baring di kamar. Tiba-tiba saya lihat ada cahaya di jendela, ternyata rumah Aris sudah terbakar,” kata Hamdani yang menyewa rumah milik Irwan ini.

“Sebenarnya hanya 3 rumah yang terbakar, tapi yang rumah sebelah kiri itu dibagi menjadi 3. Yang pertama kantor sebuah perkreditan, di tengah itu toko sembako dan pulsa, dan yang sebelahnya ini warung makan,” ujarnya lagi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan petugas kebakaran  setelah 1 jam 30 menit api menyala, atau sekitar pukul 02.00 Wita. Sedikitnya 10 unit kendaraan pemadam kebakaran  dan 1 unit ambulans yang datang ke lokasi kebakaran.

“Pemadam juga lambat datang, sudah habis 3 rumah baru mereka muncul. Tapi kalau tidak ada mereka dan hanya mengandalkan warga sini mungkin masih merembet apinya ke rumah sebelah,” ungkapnya lagi.

Untungnya juga, lokasi kebakaran berada di pinggir jalan raya sehingga mobil pemadam tidak kesulitan untuk memadamkan rumah tersebut. Hanya saja lalu lintas jalan raya sempat macet hingga 100 meter dari titik kebakaran.

Aris dan Aguskan sendiri menolak untuk memberikan komentar terkait kebakaran di rumahnya karena masih shock  dengan insiden itu. Polisi yang lebih dulu datang ke TKP (tempat kejadian perkara) langsung mengamankan lokasi kebakaran, untuk megantisipasi terjadinya penjarahan dan setelah api padam polisi kemudian memasang police line di sekitar lokasi.

Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui Kasubbag Humas Ipda Kamson Sitanggang saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kebakaran tersebut. “Minggu (10/3) sekitar pukul 00.30 Wita di Jalan P Aji Iskandar (di sebuah rumah kontrakan, Red)  yang beralamat di RT 01 Kelurahan Juata Permai, telah terjadi kebakaran rumah. Korban atas nama Muhammad Hamdani (42) yang merupakan pemilik rumah tersebut,”  beber Sitanggang kepada wartawan, kemarin.

Hamdani yang merupakan warga Jalan Seroja RT 35 NO 18 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat ini, menurut Sitanggang Hamdani baru tahu rumahnya terbakar Minggu (10/3) sekitar pukul 10.00 Wita saat dia mengecek telepon seluler miliknya.

“Sekitar pukul 00.30 Wita dia (Hamdani,red) mendapat SMS dari Aris kalau rumahnya kebakaran. Namun pukul 10.00 Wita pagi baru dia tahu. Kemudian dia baca bahwa ada kebakaran rumah. Ada 3 rumah dan salah satunya milik Hamdani yang Hamdani kontrakan kepada salah satu warga yang bernama Erwan,” tutur Sitanggang lagi.

Dari informasi yang diperoleh Hamdani melalui Erwan, sumber api berasal dari rumah Aris. Erwan mendengar suara ledakan sebanyak 2 kali. Kata Sitanggang lagi, Aris bekerja sebagai penjual bensin eceran.

“Sebelum kejadian ada orang yang membeli bensin. Diakui Aris pula kepada Erwan bahwa dia menyimpan bensin sebanyak 2 drum. Tapi kita belum tahu apakah api duluan yang menyala atau ledakan tersebut yang lebih dulu. Untuk kerugian materialmencapai Rp 400 juta,” beber Sitanggang. Hingga kemarin polisi belum melakukan olah TKP, namun menurut informasi akan dilakukan olah TKP hari ini.


JADI TONTONAN

Sementara itu, lokasi bekas kebakaran Minggu kemarin menjadi ‘objek wisata’ dadakan. Sejak pagi hingga sore kemarin, tidak habis-habis didatangi oleh warga yang sekedar ingin menyaksikan puing bekas kebakaran. Bahkan ada juga sempat terlihat banyak masyarakat mengambil foto sisa-sisa habis kebakaran.

Padri (32), salah satu warga Kusuma Bangsa, yang datang bersama keluarganya, mengaku datang untuk melihat-lihat sekalian berjalan-jalan dengan bersama istri dan anaknya. “Rencananya kan, kami hanya sekedar jalan-jalan. Dengar ada kebakaran, makannya kami langsung kesini,” ungkapnya kepada Kaltara Pos, Minggu (10/3) kemarin.

Hal yang sama dikatakan oleh remaja, warga Mamburungan yang datang melihat bersama dengan seorang wanita menggunakan sepeda motornya. “Kan semalam kami dengar ada kebakaran, sempat juga tadi tidak tahu tempatnya. Saya tanya-tanya warga disini akhirnya ditunjukan tempatnya,” jelas Irwan.

Warga yang berkumpul di depan lokasi kejadian, yang datang bertujuan hanya untuk melihat-lihat sisa-sisa kebakaran. Sebagian lainnya ada yang membantu untuk membersihkan dan menyelamatkan barang tidak habis terbakar. (rik/*/rin/*/nn)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) : 
Terbit Senin, 11 Maret 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 







BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

TIGA RUMAH DI JUATA PERMAI LUDES TERBAKAR



#POLPPTARAKAN_INFO : Tiga rumah ludes terbakar di Jalan P. Aji Iskandar, RT 1 Juata Permai. Kebakaran yang terjadi menjelang Minggu dini hari (10/1) itu terjadi hanya berselang beberapa menit setelah wilayah itu terkena pemadaman listrik bergilir.

Namun hingga kini belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Asal api diduga dari rumah yang ditinggali Arismeno (56) dan keluarganya. Saat kebakaran baru terjadi, Aris sedang tidak berada di rumah, karena pergi menjemput istri dan ketiga anaknya di Intraca.
“Karena sekitar pukul dua belas (24.00 Wita, Red.), istri saya pulang kerja,” kata Aris.

Api melahap begitu cepat rumah Aris, sehingga barang-barang tidak sempat diselamatkan. Aris mengungkapkan, tidak sempat menyelamatkan barang-barang, hanya tertinggal baju di badan. Saat terjadi kobaran api tersebut, rumah dalam keadaan kosong.

Amukan si jago merah melahap tiga rumah. Selain rumah Aris, api melahap sebuah bangunan yang peruntukkan terbagi dua, satu toko sembako yang dikelola Dwi, dan satunya lagi merupakan usaha finance milik Erwansyah. Satu rumah lagi yang terbakar milik Hadijah (37).

Informasi asal api diduga dari rumah Aris yang berada di tengah di antara ketiga rumah itu disampaikan Erwansyah.

"Tadi keadaan pas mati lampu, istri saya duluan tidur. Jadi saya duduk-duduk di depan teras rumah. Terdengar suara ledakan dua kali," kata Erwansyah yang ditemui dini hari kemarin.

Diakui Erwansyah, melihat api itu berasal dari sebelah rumah dan tokonya tersebut, ada api menyala di terasnya. Sehingga, dia langsung membangunkan istrinya untuk segera keluar dari rumah tersebut.

"Begitu melihat api, saya langsung membangun istri di dalam kamar, dan berlari keluar lewat pintu belakang," bebernya.

Dari kejadian tersebut, rumah dan toko milik Erwan ludes dilahap api. Bahkan tidak ada barang-barang yang tersisa.

"Tinggal baju di badan saja. Isi rumah habis seperti komputer, alat elektronik, dan pakaian ludes terbakar," ungkapnya sambil meratapi puing-puing rumahnya.

Senada disampaikan Hadijah (37), korban kebakaran lainnya. Awal kejadian tersebut, dia terlelap tidur di kamarnya. Mendengar suara sirine mobil pemadam kebakaran, Hadijah mengaku langsung tersentak terbangun dari tempat tidurnya.

"Saya waktu itu tertidur. Dengar suara sirine, langsung saya bangun dan  keluar dari kamar sambil mengendong putri saya yang berumur 2 tahun," kata Hadijah.

Hadijah mengungkapkan, dini hari itu gelap gulita karena masih dalam keadaan mati lampu. Begitu keluar dari kamar tidurnya, dia langsung mengambil handphone yang ada senternya. Setelah itu, langsung mencari kunci pintu depan rumah.

"Saya  mencari kunci depan, lalu membuka dan keluar dari rumah. Tidak tahunya di sebelah rumah saya, api telah menyala besar," kata ibu empat anak itu.

Masih kata Hadijah, saat keluar dari rumahnya, api sudah membara di atas rumah Aris yang bersebelahan dengan rumahnya. “Jadi, yang bisa diselamatkan putri dan berkas-berkas ijazah ketiga putranya. "Untung saya sempat keluar dari rumah, dan semua barang yang ada di dalam rumah ludes. Bahkan pakaian saja saya tidak sempat bawa keluar. Apalagi celana dalam saya, tidak sempat," kata Hadijah lagi.

Begitu pula keterangan ketua RT 1 Juata Permai, Nurdin (36). "Saya ditelepon sama warga, rumah Aris terbakar. Jadi, saya langsung ke sini untuk membantu. Untuk kronologisnya belum diketahui, karena saat saya sampai di sini, api sudah menyala besar. Jadi saya bersama-sama warga langsung berbondong-bondong menyiram," kata Nurdin.

Dari pantauan wartawan koran ini, rumah Arismeno ludes terbakar. Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui juru bicaranya, Ipda Kamson Sitanggang membenarkan kejadian itu.

Disampaikan,  berdasarkan keterangan Erwansyah kepada pemilik kontrakan bangunan yang ditempatinya yaitu Muhammad Hamdani (42), warga Jalan Seroja RT 35 Karang Anyar, asal api dari rumah Aris.

"Jadi kalau dilihat, berdasarkan keterangan dari Erwan kepada pemilik kontrakan tersebut, kami belum bisa menduga dan memastikan apa benar ada letusan," kata Kamson.

Untuk mencari tahu penyebab kebakaran tersebut, polisi akan melakukan olah TKP (tepat kejadian perkara). Selanjutnya, hasil olah TKP akan dikirim ke laboratorium forensik di Surabaya. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” imbuhnya.(ipk/*/ule/ris/c1)

Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) :
Terbit Senin, 11 Maret 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 






BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Rabu, 20 Februari 2013

MASIH ADA WARGA YANG MENOLAK




#POLPPTARAKAN_INFO :


Surat Edaran Walikota Tarakan Nomor 522/1825-11/Hutamben tertanggal 15 Desember 2012 menegaskan bahwa dalam upaya penanaman pohon diluar kawasan hutan yang berfungsi sebagai sarana peneduh, maka masyarakat yang berdomisili di Tarakan diharapkan mendukung upaya peningkatan kualitas penghijauan yang dilakukan pemerintah, baik secara pasif dengan menyediakan lahan untuk ditanami, maupun aktif dengan melakukan kegiatan penanaman.

Sayang, kebijakan ini ternyata masih kurang “sakti” dan mengikat bagi sebagian orang. Buktinya, kemarin (19/2), saat tim dari Dishutamben (Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi), DKPP (Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman) DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) serta Dishub (Dinas Perhubungan) melakukan kegiatan penanaman pohon di sepanjang ruas jalan protokol, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman RT 16 masih ada warga yang tak bersimpati atas program yang dicanangkan pemerintah kota itu.

Entah karena melakukannya tanpa izin atau apa, yang jelas salah seorang warga tampak menolak keras upaya penanaman pohon Angsana setinggi 2,5 meter di halaman rumahnya yang telah dicor semen itu. Sementara, warga lainnya yang berada di sekitar pemukiman warga berinisial L itu, tak mempermasalahkan lahannya ditanami pohon yang diyakini mampu mengurangi polusi udara tersebut. “Saya tidak mau jika halaman saya ditanami pohon, saya akan laporkan ke polisi, akan saya panggil pengacara saya jika tetap ditanam di halaman saya. Saya juga Warga Negara Indonesia,” ungkap pria paruh baya itu kesal.

Tim pun menanggapi kekesalan warga yang digadang-gadang merupakan pemilik salah satu perusahaan jasa penjualan tiket pesawat udara itu, dengan memberikan penjelasan kepadanya. Dikawal petugas dari Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), tim pun melakukan mediasi. “Sebetulnya, sudah merupakan kewajiban masyarakat untuk ikut menanam pohon seperti yang tertuang dalam peraturan daerah, bukan malah menentang upaya pemerintah. Apalagi, kegiatan penanaman pohon di sepanjang jalan protokol ini adalah salah satu bentuk tindak lanjut dari apa yang tertuang dalam peraturan daerah tentang pelestarian lingkungan dan penghijauan,” jelas Broto Subagyo, Kepala Bidang Pertamanan di DKPP Kota Tarakan yang turut serta dalam penanaman pohon di sepanjang jalan protokol kemarin.

Tindakan warga tadi, merupakan salah satu cerminan betapa sulitnya Kota Tarakan sebagai kota peraih Piala Adipura untuk dapat mempertahankan atau meningkatkan kualitas kebersihan, keindahan dan kehijauan melalui peningkatan kesadaran dari dalam diri masyarakat sendiri. “Penanaman pohon di sepanjang jalan protokol selain sebagai sarana peneduh, juga untuk meredam kebisingan, menyaring debu jalan raya dan menyerap gas karbondioksida sehingga udara menjadi lebih bersih dan tenang,” jelas Broto.

Terlepas dari itu, sejatinya pada kegiatan kemarin, tim menyiapkan 160 bibit pohon Angsana setinggi 2,5 meter untuk ditanam. Kegiatan yang diprakarsai oleh Dishutamben ini, merupakan lanjutan dari program sejenis pada tahun 2012. “Kegiatan ini juga tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tarakan yang telah direvisi adalah sebagai upaya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH),” urai Broto seraya menyebutkan bahwa penanaman ini juga turut berpengaruh pada proses penilaian tahap kedua Piala Adipura 2013. “Kegiatan penanaman seperti ini akan terus berlangsung hingga bulan Maret mendatang,” imbuhnya.

Yang menjadi target pada penanaman pohon di tepian jalan protokol ini, meliputi Jalan Yos sudarso, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan RE Martadinata, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Mulawarman dan tepian jalan lainnya.(*/dsh/c1)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar) :
Terbit Rabu, 20 Februari 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 





BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

BERITA SATPOL PP KOTA TARAKAN ..............

PERSEMBAHAN: BLOG SATPOL PP KOTA TARAKAN