----- SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KOTA TARAKAN, Alamat : Jalan Halmahera depan taman oval 1 ladang telp. / fax : (0551) 32492 Kel. Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah, KOTA TARAKAN - KALIMANTAN UTARA (kodepos 77121). EMAIL : polppkotatarakan@gmail.com -----

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label MUSIBAH KEBAKARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIBAH KEBAKARAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

DIDUGA KARENA BENSIN, RUMAH DAN 2 UNIT MOTOR ABDUL RAHMAN TERBAKAR

 


#POLPPTARAKAN_INFO :  Tarakan membara! kali ini 1 buah rumah dan 2 sepeda motor merk Yamaha Vixion dan Yamaha Vega milik Abdul Rahman warga RT 12 nomor 1 Kelurahan Sebengkok dilahap api, Minggu (7/6/2015) siang sekitar pukul 11.27. Kejadian tersebut menghebohkan warga yang melintas di sepanjang jalan Diponegoro dan langsung berusaha membantu memadamkan api.

Readmore »

Jumat, 27 September 2013

16 JAM API BARU DINYATAKAN PADAM

 


#POLPPTARAKAN_INFO : Api yang melahap toko Metro Jaya di jalan Yos Sudarso pada Kamis (26/9) kemarin, ternyata belum “jinak”. Hingga Jumat (27/9) dinihari kemarin, sejumlah titik-titik api masih menyala dan mengeluarkan kepulan asap.

Dari pantauan wartawan koran ini, dua mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan dibantu polisi tetap disiagakan hingga kemarin siang di lokasi kebakaran.

Api yang berkobar tersebut membakar sisa-sisa barang material dari toko yang berusia 35 tahun ini. Kondisi tersebut sempat membuat warga geger dan mengira ada kebakaran lagi.

“Saya sempat kaget dengar ada kebakaran lagi, tapi ternyata itu api sisa dari kebakaran tadi,” kata Yuli warga Karang Balik yang rumahnya tidak jauh dari TKP.


Petugas PMK pun terus berupaya melakukan pemadaman hingga pukul 03.00 dini hari. Dan dilanjutkan proses pendinginan hingga pagi harinya.

Kepala  BPBD Tarakan, Hariyanto menjelaskan sebagian besar barang-barang material yang berada didalam toko Metro Jaya mudah terbakar. Seperti bahan karet, plastik dan sintetis. Hal itulah yang membuat petugas PMK sempat kewalahan mengatasi si jago merah tersebut.

“Api sulit dipadamkan karena material yang terbakar dari toko Metro tersebut tergolong mudah terbakar. Secara kimiawi memang mudah sekali terbakar sehingga kami harus terus melakukan penyiraman dan pendinginan, kalau tidak dilakukan api bisa menjalar dan mengancam bangunan sekitar yang lain,” ungkap Hariyanto kepada Radar Tarakan.

Selain itu, pada malam harinya angin kencang menjadi pemicu sehingga membuat api tetap menyala. “Jadi karena ada angin kencang dan masih ada bara-bara api yang disebabkan material yang belum habis terbakar membuat api menyala lagi,” jelasnya.

Pasca kebakaran, kata Hariyanto, TKP memang tidak bisa ditinggalkan begitu saja oleh petugas. Petugas harus tetap siap siaga untuk melakukan pendinginan-pendinginan seoptimal mungkin hingga titik nyala api tidak terbakar lagi.
“Kita tetap waspada, anak buah saya selalu monitor melalui Pos PMK Tarakan Barat,” terangnya.


Sebagai bahan evaluasi, Hariyanto berpesan kepada masyarakat agar ketika ada peristiwa kebakaran tidak memenuhi lokasi kejadian sehingga menyebabkan akses jalan terganggu.

“Saya berharap kalau ada kebakaran, ketika petugas akan melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan, tolong lah memberikan akses yang seluas-luasnya kepada petugas pemadam kebakaran. Kalau dia tidak mau bantu paling tidak akses diberikan, jangan dibikin sempit jalan itu sambil menonton kan susah kaminya nanti,” harapnya menambahkan.

Sumber Kutipan :
Terbit Sabtu, 28 September 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 





BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

TOKO BERUSIA 35 TAHUN LUDES TERBAKAR



#POLPPTARAKAN_INFO : Toko Metro Jaya yang berada di Jalan Yos Sudarso, ludes dilalap si jago merah kemarin siang sekira pukul 11.30 wita. Toko ini merupakan salah satu toko tertua yang ada di kota Tarakan. Dibangun sejak tahun 1978, dan setahun kemudian pada 1979 resmi berniaga.

Bangunan berwarna kekuningan tersebut memiliki luas total 14 X 45 meter dengan luas toko 16 X 25 meter itu menjual aneka barang seperti konvensi, elektronik, kipas angin, karpet, barang-barang kelontongan, alat memancing dan masing banyak jenis lainnya.

Salah satu karyawan Metro Jaya, Lia, menuturkan pagi harinya tempatnya bekerja masih dalam kondisi seperti biasanya. “Kami masuk kerja seperti biasanya, pukul 08.00 wita, dengan membuka pintu,” ucap wanita berusia 23 tahun ini kepada Radar Tarakan, saat berada dilokasi kejadian.



Namun sekitar pukul 11 siang, tiba-tiba muncul asap dari lantai II. “Sekitar setengah dua belas itu, ada asap dari lantai II,” tuturnya. Begitu mengetahui ada asap, semua karyawan beserta bos langsung keluar dari toko. “Kami ada 8 orang yang kerja di toko. Tetapi hari ini (kemarin, Red.) hanya 4 orang yang masuk kerja dan 4 orang lainnya izin. Jadi begitu kejadian kami langsung keluar,” bebernya.

Hal senada diungkapkan karyawan counter Planet Phone, Nur yang pertama kali melihat kepulan asap. Dia mengatakan, asal api bermula dari lantai II. Di lantai tersebut merupakan tempat menyimpan barang-barang yang mudah terbakar.

“Saya siang itu berada di lantai III menjaga server di tempat kerja, dan mencium bau kabel terbakar,” kata Nur.

Lanjut dia, setelah melihat ke toko Metro Jaya di lantai II sudah ada kepulan asap dan api belum terlalu besar. Nur pun memutuskan turun ke lantai dasar, untuk memberitahukan rekan-rekan kerjanya bahwa terjadi kebakaran. Begitu keluar dari counter, api sudah membesar di lantai II. “Di lantai II itu ada kurang lebih 15 apar (alat pemadam kebakaran), tapi tidak sempat digunakan,” cetusnya.

Sementara itu, anak pemilik toko Metro Jaya, Utuh Sastra Gunawan menyampaikan, bahwa ada warga yang memberitahukan kalau ada asap muncul di lantai II. “Istri saya tadi dapat informasi dari warga, kalau di lantai dua ada asap,” katanya.

Dikatakannya, di lantai II tersebut merupakan tempat penyimpanan barang-barang mudah terbakar seperti springbed dan lain sebagainya. “Barang-barang yang mudah terbakar,” sambungnya.

Kemudian, dia bersama istrinya langsung naik ke lantai II untuk memadamkan api. Namun, niat untuk memadamkan api urung dilakukan karena api cepat membesar. Sehingga dia bersama istri pun langsung kembali turun dan keluar dari toko.

“Yah, mungkin penyebabnya korsleting listrik,” kata pria yang mendapat luka bakar dilengan kirinya.

Dengan kejadian itu, diduga total kerugian berkisar Rp 2 miliar lebih. “Kalau dilihat  untuk total kerugiannya berkisar Rp 2 miliar lebih,” sebutnya.

Musibah kebakaran tersebut bahkan menimpa bangunan di sebelah toko, yakni Bank Mandiri Syariah.

Di lain pihak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Hariyanto Abdi mengakui proses pemadaman di lokasi yang berada di tepi jalan protokol tersebut mengalami banyak kendala.

Itu disebabkan barang-barang yang berada di dalam toko merupakan material yang mudah terbakar. Sehingga membuat petugas harus bekerja ekstra dalam upaya pemadaman api, termasuk juga membutuhkan pasokan air yang banyak.

“Secara tidak langsung faktor tersebut membuat petugas kami menjadi kesulitan dalam melakukan pemadaman. Secara kimia dia bersinergi, sehingga dalam praktiknya kalau tidak dipadamkan serentak apinya bisa membesar lagi,” ungkapnya.

“Oleh karena itu pada operasi kali ini betul-betul sangat dibutuhkan suplai air yang cukup banyak,” tambahnya.

Dalam upaya pemadaman api, Hariyanto menyebutkan PMK Tarakan menurunkan 14 unit mobil pemadam beserta 1 unit mobil tangga. Selain itu, dibantu dengan beberapa unit mobilwater supply dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tarakan, Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tarakan, dan PT Pertamina.

“Alhamdulillah bantuan dari berbagai unsur memudahkan kerja kami,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan DKPP Tarakan, Broto Subagiyo, mengatakan pihaknya berinisiatif membantu proses pemadaman api, dengan menurunkan 3 mobil water supply. Di antaranya, 2 mobil berkapasitas 5.000 liter dan 1 mobil 3.000 liter.

Broto mengaku sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air yang banyak, sehingga harus mengambilnya dari sungai yang terdekat. “DKPP dalam hal ini berinisiatif menolong proses pemadaman dengan menurunkan 3 unit mobil air untuk membantu pasokan ketersediaan air. Kita tadi sempat 2 kali droping. Air memang agak sulit kita ambil, jadinya kita manfaatkan air dari sungai yang terdekat saja,” jelasnya.

Terpisah, Komandan Brimob Polres Tarakan, Kompol Agus Suharsoyo mengungkap kehadiran anggota Brimob di lokasi kebakaran untuk membantu mengamankan lokasi kejadian dari ribuan warga yang dinilai menghambat proses pemadaman karena memenuhi jalan hanya untuk menonton kebakaran.

“Kami disini dalam kapasitas hanya untuk mengamankan dan menertibkan lokasi kebakaran dari warga yang biasanya sering berkerumun. Sehingga menghambat kerja dari petugas dalam pemadaman api. Selain itu, kita membantu proses evakuasi penyelamatan barang warga,” terangnya.

Apalagi musibah kebakaran ini turut menghanguskan Bank Mandiri Syari’ah yang notabene terdapat brankas menyimpan uang didalamnya. Agus menyatakan siap mengamankan TKP pasca kebakaran ini.

“Kita juga siap mengamankan TKP pasca kebakaran nanti ,” ungkapnya.

Hingga berita ini dibuat, malam tadi sekitar pukul 19.30 wita petugas PMK kembali menerjunkan empat unit ke lokasi kebakaran toko Metro Jaya. Pasalnya, api dalam jumlah kecil kembali membara di dalam toko dan mengeluarkan kepulan asap yang cukup banyak. Namun api dapat diatasi oleh petugas PMK, ditambah lagi tadi malam kota Tarakan diguyur hujan yang cukup deras.

Sumber Kutipan :
Terbit Jumat, 27 September 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 




BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Selasa, 09 April 2013

DUA RUMAH TERBAKAR, PEMILIK PINGSAN



#POLPPTARAKAN_INFO :


SI jago merah kembali membara. Selasa malam (9/4) tadi, kebakaran melanda rumah almarhum Senses Lausu Mardiorior, di Jl Diponegoro  Sebengkok Pelayaran RT 14, Kelurahan Sebengkok. Dari kejadian semalam, diketahui 2 unit rumah hangus terbakar dan 1 unit rumah yang didepan rumahnya rusak untuk mencegah agar api tak menjalar.

Dari keterangan beberapa warga, api bermula dari rumah almarhum yang saat itu ditinggalkan oleh pemiliknya. “Awalnya api berasal dari rumah dia dan saat itu  istri dan anak-anaknya sedang pergi beribadah,” ujarnya. Berdasarkan pantauan di lapangan pada saat kejadian, warga berbondong-bondong menyiram api tersebut agar tidak menyebar. Berselang 30 menit kemudian, mobil kendaraan pemadam kebakaran baru tiba di lokasi, meski api telah terpadamkan.

Seorang kerabat korban bernama Maria (34) mengungkapkan saat kebakaran mereka sedang beribadah di Angkatan Laut. “Saya bersama istri almarhum dan adiknya sama-sama beribadah,” ungkap ibu mengakui dekat dengan istri almarhum. Istrinya dan anaknya ini kata Maria, baru berkabung karena mendapatkan musibah. Ia katakan beberapa hari lalu suaminya Wenses Lausu Mardiorior wafat karena sakit.

“Belum 40 hari suaminya meninggal sudah dapat musibah lagi. Awalnya saya, dia dan adiknya pukul 8.30 Wita turun untuk beribadah. Berselang beberapa menit kami mendapatkan telepon dari tetangga, bahwa rumah yang ditempati olehnya terbakar,” ungkapnya sambil menangis. Vensilaus, kerabat lainnya mengaku pada saat meninggalkan rumah, sudah dalam keadaan aman. “Tetapi memang adat kami di ruang tamu diletakkan lilin dan foto selama 24 jam. Tetapi kalau kami keluar rumah lilin itu kami matikan,” ujarnya. Dari hasil pantauan lapangan, setelah api berhasil dipadamkan, pemilik korban tidak bisa diwawancarai karena pingsan. Hal yang sama dengan kedua anaknya yang langsung menangis histeris.(*/ule/c1)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) :
Terbit Rabu, 10 April 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 







BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Selasa, 12 Maret 2013

KERUGIAN CAPAI RP. 400 JUTA, DIDUGA API DARI DRUM BENSIN YANG MELEDAK




Tiga Rumah Terbakar, Lima KK Kehilangan Tempat Tinggal


#POLPPTARAKAN_INFO : Berdasarkan catatan media ini, sedikitnya sudah ada 4 kali kebakaran peristiwa kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Terakhir, terjadi pada Minggu (10/3) dini hari kemarin, 3 unit buah rumah yang dihuni oleh 5 kepala keluarga (KK) di Juata Kerikil RT 1, Jl Aki Balak persimpangan menuju Intraca dan Juata Laut, Tarakan Utara ludes dilalap si jago merah. 

Menurut beberapa saksi mata yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, kebakaran yang menghabiskan rumah milik keluarga Khadijah (37), Aris (56), Aguskan (20), Agustina (45) dan Hamdani itu, diduga berasal dari rumah aris.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi saat diperiksa polisi, api berasal dari ledakan drum berisi bensin yang ada di rumah Aris. Hal ini dibenarkan oleh Hamdani. Salah satu saksi yang juga korban itu menyebutkan, sumber api pertama berasal dari rumah Aris yang berada di ujung depan APMS (agen premium, minyak dan solar) di Pertigaan Juata-Intraca.

“Awalnya saya di dalam rumah kan baru mati lampu itu sekitar jam 11 malam (23.00 Wita). Jadi saat saya baring-baring di kamar. Tiba-tiba saya lihat ada cahaya di jendela, ternyata rumah Aris sudah terbakar,” kata Hamdani yang menyewa rumah milik Irwan ini.

“Sebenarnya hanya 3 rumah yang terbakar, tapi yang rumah sebelah kiri itu dibagi menjadi 3. Yang pertama kantor sebuah perkreditan, di tengah itu toko sembako dan pulsa, dan yang sebelahnya ini warung makan,” ujarnya lagi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan petugas kebakaran  setelah 1 jam 30 menit api menyala, atau sekitar pukul 02.00 Wita. Sedikitnya 10 unit kendaraan pemadam kebakaran  dan 1 unit ambulans yang datang ke lokasi kebakaran.

“Pemadam juga lambat datang, sudah habis 3 rumah baru mereka muncul. Tapi kalau tidak ada mereka dan hanya mengandalkan warga sini mungkin masih merembet apinya ke rumah sebelah,” ungkapnya lagi.

Untungnya juga, lokasi kebakaran berada di pinggir jalan raya sehingga mobil pemadam tidak kesulitan untuk memadamkan rumah tersebut. Hanya saja lalu lintas jalan raya sempat macet hingga 100 meter dari titik kebakaran.

Aris dan Aguskan sendiri menolak untuk memberikan komentar terkait kebakaran di rumahnya karena masih shock  dengan insiden itu. Polisi yang lebih dulu datang ke TKP (tempat kejadian perkara) langsung mengamankan lokasi kebakaran, untuk megantisipasi terjadinya penjarahan dan setelah api padam polisi kemudian memasang police line di sekitar lokasi.

Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui Kasubbag Humas Ipda Kamson Sitanggang saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kebakaran tersebut. “Minggu (10/3) sekitar pukul 00.30 Wita di Jalan P Aji Iskandar (di sebuah rumah kontrakan, Red)  yang beralamat di RT 01 Kelurahan Juata Permai, telah terjadi kebakaran rumah. Korban atas nama Muhammad Hamdani (42) yang merupakan pemilik rumah tersebut,”  beber Sitanggang kepada wartawan, kemarin.

Hamdani yang merupakan warga Jalan Seroja RT 35 NO 18 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat ini, menurut Sitanggang Hamdani baru tahu rumahnya terbakar Minggu (10/3) sekitar pukul 10.00 Wita saat dia mengecek telepon seluler miliknya.

“Sekitar pukul 00.30 Wita dia (Hamdani,red) mendapat SMS dari Aris kalau rumahnya kebakaran. Namun pukul 10.00 Wita pagi baru dia tahu. Kemudian dia baca bahwa ada kebakaran rumah. Ada 3 rumah dan salah satunya milik Hamdani yang Hamdani kontrakan kepada salah satu warga yang bernama Erwan,” tutur Sitanggang lagi.

Dari informasi yang diperoleh Hamdani melalui Erwan, sumber api berasal dari rumah Aris. Erwan mendengar suara ledakan sebanyak 2 kali. Kata Sitanggang lagi, Aris bekerja sebagai penjual bensin eceran.

“Sebelum kejadian ada orang yang membeli bensin. Diakui Aris pula kepada Erwan bahwa dia menyimpan bensin sebanyak 2 drum. Tapi kita belum tahu apakah api duluan yang menyala atau ledakan tersebut yang lebih dulu. Untuk kerugian materialmencapai Rp 400 juta,” beber Sitanggang. Hingga kemarin polisi belum melakukan olah TKP, namun menurut informasi akan dilakukan olah TKP hari ini.


JADI TONTONAN

Sementara itu, lokasi bekas kebakaran Minggu kemarin menjadi ‘objek wisata’ dadakan. Sejak pagi hingga sore kemarin, tidak habis-habis didatangi oleh warga yang sekedar ingin menyaksikan puing bekas kebakaran. Bahkan ada juga sempat terlihat banyak masyarakat mengambil foto sisa-sisa habis kebakaran.

Padri (32), salah satu warga Kusuma Bangsa, yang datang bersama keluarganya, mengaku datang untuk melihat-lihat sekalian berjalan-jalan dengan bersama istri dan anaknya. “Rencananya kan, kami hanya sekedar jalan-jalan. Dengar ada kebakaran, makannya kami langsung kesini,” ungkapnya kepada Kaltara Pos, Minggu (10/3) kemarin.

Hal yang sama dikatakan oleh remaja, warga Mamburungan yang datang melihat bersama dengan seorang wanita menggunakan sepeda motornya. “Kan semalam kami dengar ada kebakaran, sempat juga tadi tidak tahu tempatnya. Saya tanya-tanya warga disini akhirnya ditunjukan tempatnya,” jelas Irwan.

Warga yang berkumpul di depan lokasi kejadian, yang datang bertujuan hanya untuk melihat-lihat sisa-sisa kebakaran. Sebagian lainnya ada yang membantu untuk membersihkan dan menyelamatkan barang tidak habis terbakar. (rik/*/rin/*/nn)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) : 
Terbit Senin, 11 Maret 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 







BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

TIGA RUMAH DI JUATA PERMAI LUDES TERBAKAR



#POLPPTARAKAN_INFO : Tiga rumah ludes terbakar di Jalan P. Aji Iskandar, RT 1 Juata Permai. Kebakaran yang terjadi menjelang Minggu dini hari (10/1) itu terjadi hanya berselang beberapa menit setelah wilayah itu terkena pemadaman listrik bergilir.

Namun hingga kini belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Asal api diduga dari rumah yang ditinggali Arismeno (56) dan keluarganya. Saat kebakaran baru terjadi, Aris sedang tidak berada di rumah, karena pergi menjemput istri dan ketiga anaknya di Intraca.
“Karena sekitar pukul dua belas (24.00 Wita, Red.), istri saya pulang kerja,” kata Aris.

Api melahap begitu cepat rumah Aris, sehingga barang-barang tidak sempat diselamatkan. Aris mengungkapkan, tidak sempat menyelamatkan barang-barang, hanya tertinggal baju di badan. Saat terjadi kobaran api tersebut, rumah dalam keadaan kosong.

Amukan si jago merah melahap tiga rumah. Selain rumah Aris, api melahap sebuah bangunan yang peruntukkan terbagi dua, satu toko sembako yang dikelola Dwi, dan satunya lagi merupakan usaha finance milik Erwansyah. Satu rumah lagi yang terbakar milik Hadijah (37).

Informasi asal api diduga dari rumah Aris yang berada di tengah di antara ketiga rumah itu disampaikan Erwansyah.

"Tadi keadaan pas mati lampu, istri saya duluan tidur. Jadi saya duduk-duduk di depan teras rumah. Terdengar suara ledakan dua kali," kata Erwansyah yang ditemui dini hari kemarin.

Diakui Erwansyah, melihat api itu berasal dari sebelah rumah dan tokonya tersebut, ada api menyala di terasnya. Sehingga, dia langsung membangunkan istrinya untuk segera keluar dari rumah tersebut.

"Begitu melihat api, saya langsung membangun istri di dalam kamar, dan berlari keluar lewat pintu belakang," bebernya.

Dari kejadian tersebut, rumah dan toko milik Erwan ludes dilahap api. Bahkan tidak ada barang-barang yang tersisa.

"Tinggal baju di badan saja. Isi rumah habis seperti komputer, alat elektronik, dan pakaian ludes terbakar," ungkapnya sambil meratapi puing-puing rumahnya.

Senada disampaikan Hadijah (37), korban kebakaran lainnya. Awal kejadian tersebut, dia terlelap tidur di kamarnya. Mendengar suara sirine mobil pemadam kebakaran, Hadijah mengaku langsung tersentak terbangun dari tempat tidurnya.

"Saya waktu itu tertidur. Dengar suara sirine, langsung saya bangun dan  keluar dari kamar sambil mengendong putri saya yang berumur 2 tahun," kata Hadijah.

Hadijah mengungkapkan, dini hari itu gelap gulita karena masih dalam keadaan mati lampu. Begitu keluar dari kamar tidurnya, dia langsung mengambil handphone yang ada senternya. Setelah itu, langsung mencari kunci pintu depan rumah.

"Saya  mencari kunci depan, lalu membuka dan keluar dari rumah. Tidak tahunya di sebelah rumah saya, api telah menyala besar," kata ibu empat anak itu.

Masih kata Hadijah, saat keluar dari rumahnya, api sudah membara di atas rumah Aris yang bersebelahan dengan rumahnya. “Jadi, yang bisa diselamatkan putri dan berkas-berkas ijazah ketiga putranya. "Untung saya sempat keluar dari rumah, dan semua barang yang ada di dalam rumah ludes. Bahkan pakaian saja saya tidak sempat bawa keluar. Apalagi celana dalam saya, tidak sempat," kata Hadijah lagi.

Begitu pula keterangan ketua RT 1 Juata Permai, Nurdin (36). "Saya ditelepon sama warga, rumah Aris terbakar. Jadi, saya langsung ke sini untuk membantu. Untuk kronologisnya belum diketahui, karena saat saya sampai di sini, api sudah menyala besar. Jadi saya bersama-sama warga langsung berbondong-bondong menyiram," kata Nurdin.

Dari pantauan wartawan koran ini, rumah Arismeno ludes terbakar. Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui juru bicaranya, Ipda Kamson Sitanggang membenarkan kejadian itu.

Disampaikan,  berdasarkan keterangan Erwansyah kepada pemilik kontrakan bangunan yang ditempatinya yaitu Muhammad Hamdani (42), warga Jalan Seroja RT 35 Karang Anyar, asal api dari rumah Aris.

"Jadi kalau dilihat, berdasarkan keterangan dari Erwan kepada pemilik kontrakan tersebut, kami belum bisa menduga dan memastikan apa benar ada letusan," kata Kamson.

Untuk mencari tahu penyebab kebakaran tersebut, polisi akan melakukan olah TKP (tepat kejadian perkara). Selanjutnya, hasil olah TKP akan dikirim ke laboratorium forensik di Surabaya. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” imbuhnya.(ipk/*/ule/ris/c1)

Sumber Kutipan (Kecuali Gambar Ilustrasi) :
Terbit Senin, 11 Maret 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 






BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Jumat, 15 Februari 2013

SPEEDBOAT TERBAKAR, 3 ORANG TERLUKA




#POLPPTARAKAN_INFO : Kejadian speedboatterbakar kembali terjadi. Kamis (14/2) kemarin, speedboat Menara Baru yang biasa digunakan untuk tujuan Tarakan-Malinau terbakar di dekat pelabuhan Tengkayu 1 Perikanan, Tarakan. Akibat insiden ini, 3 dari 4 anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar. Kapolres Tarakan, AKBP Desman S Tarigan SH melalui Kasubag Humas Polres Tarakan Ipda Kamson Sitanggang mengatakan, terbakarnya speedboat sekitar pukul 13.00 Wita. “Belum bisa kita pastikan benar penyebabnya apa. Yang jelas ada 4 awak kapal, 2 ABK, 1 pengurus dan 1 juragan. 3 orang mengalami luka bakar,” kata Kamson.

Meski demikian, keterangan dari beberapa saksi menyebutkan terbakarnya speedboatbermesin empat itu, diduga terjadi ketika awak kapal sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBB (stasiun pengisian bahan bakar bunker) yang berada di wilayah pesisir Karang Anyar Pantai. “Diduga ada korsleting saat menghidupkan mesin tiba-tiba ada percikan api. Kemudian timbul ledakan, kemudian awak kapal langsung melompat ke laut,” kata Kamson. Tak lama berselang, keempat korban tersebut dibantu dengan motorisspeedboat lainnya dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Data yang dimiliki Polres Tarakan, korban bernama Rusdiansyah, beralamatkan Kelurahan Karang Anyar Pantai RT 100, Martinus Jl Serdang, Enjang beralamatkan Jl Mulawarman dan terakhir Haidir. “Korban bernama Rusdi, Martinus, dan Enjang sekarang dirawat di RS Pertamedika. Sementara itu saja dulu, petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan,” jelas Kamson.

Untuk diketahui, di tahun 2012 lalu, kejadian serupa pernah terjadi. Bahkan dua kali kejadian. Untungnya tak menimbulkan korban jiwa.

Terpisah, Samsul, pemilik SPBB mengatakan kepada petugas KP3, sebelumnya speedboat itu mengisi BBM di tempatnya. Setelah mengisikan BBM tersebut ke dalam tangki, petugas kemudian mengangkat selang nozzle dan meletakkan ditempatnya.“Kurang lebih 5 menit dari SPBB, saat awak kapal itu menghidupkan starternya dari belakang ada percikan api lalu kemudian timbul suara ledakan,” ujarnya. (*/ule/c1)


Sumber Kutipan :
Terbit Jumat, 15 Februari 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 




BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Jumat, 23 November 2012

48 RUMAH TERBAKAR, KORBAN 155 KK





Tadi Malam, Gantian Kebakaran di Toko Eka Daya


#POLPPTARAKAN_INFO : Sebanyak 48 rumah dipastikan terbakar pada peristiwa yang terjadi di Kelurahan Selumit Pantai, Kamis malam (22/11) sekitar pukul 22.30 Wita. Data itu disampaikan Lurah Selumit Pantai Eddy kepada Radar Tarakan, tadi malam.

“Jumlah kepala keluarga (KK) ada 155. Kalau jumlah jiwa, sementara ini masih kami data,” kata Eddy dihubungi sekitar pukul 21.40 Wita tadi malam.

Rinciannya sebut Eddy, di RT 21 terdapat delapan rumah terbakar yang ditinggali sekitar 20 KK. Terbanyak di RT 28, sebanyak 40 rumah yang terbakar dan korbannya 135 KK.

“Untuk data jiwa, kami masih meminta data valid dari ketua RT yang bersangkutan,” terang mantan Lurah Mamburungan Timur itu.

Dikatakan Eddy, memang agak sulit mendapat korban kebakaran dalam bentuk data jiwa. Sebab, rata-rata orang yang menyewa tempat tinggal tidak melapor. “Jadi kesulitan karena ada yang tidak melapor. Makanya, melalui ketua RT akan ditelusuri lagi untuk mendapatkan data valid,” terangnya.

Sebab, data valid mengenai jiwa yang menjadi korban kebakaran sangat penting untuk menyalurkan bantuan. Apakah dengan belum diketahui data jiwa korban kebakaran menyulitkan distribusi bantuan saat ini, seperti nasi bungkus? Eddy mengaku, khususnya bantuan nasi bungkus, digunakan data perkiraan.

“Tadi pagi saya minta Bagian Sosial membagikan 150 nasi bungkus dulu. Ternyata kurang, makanya siang ditambah jadi 200 nasi bungkus. Masih kurang lagi, malam ditambah jadi 400 nasi bungkus,” sebutnya.

Namun kata Eddy, jumlah nasi bungkus yang dibagikan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai data jumlah jiwa korban kebakaran. “Karena bisa saja yang makan bukan korban kebakaran, tapi kebetulan orang yang ada di situ saat pembagian,” jelasnya.

Pun begitu kata Eddy, pihaknya tetap menantikan data korban kebakaran dalam bentuk jiwa yang valid. Terkait jumlah kerugian, dia mengaku belum bisa ditafsirkan. Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Eddy meyakini terjadi karena adanya korsleting listrik.

“Sebab, sebelum kejadian listrik di Selumit Pantai. Begitu listrik nyala, baru kebakaran terjadi. Asal api di sebuah rumah di RT 21 yang bersebelahan dengan rumah ketua RT 28,” kata Eddy lagi.

Hal ini dibenarkan Ketua RT 28 Selumit Pantai Rusli. “Mula-mula api berawal dari rumah ibu Erni, tetangga saya. Saat itu dalam keadaan tidur, saya begitu bangun mendengar teriakan orang, api-api..! Saya tidak bisa bantu karena api begitu besar di samping rumah. Ya larilah kami keluar langsung, dan saya suruh orang-orang semua keluar,” kata Rusli.

Pasca kebakaran, lanjut Lurah Selumit Pantai, Eddy, pihaknya juga telah membuka posko korban kebakaran yang dipusatkan di Masjid Al-Muhajirin, Selumit Pantai.

Sa’diyah termasuk salah satu korban kebakaran. Ia tampak shock dengan peristiwa yang menghanguskan seluruh harta miliknya. “Semuanya sudah jadi abu. Sisanya tinggal tiang-tiang rumah kami yang masih berdiri,” kata ibu empat anak itu.

Ia mengaku tidak sempat mengambil barang-barangnya saat kebakaran karena panik. Saat dia mengetahui ada kebakaran, api sudah melalap rumah yang berada tepat di dekat rumahnya. Sa’diyah pun mengaku sangat tidak menyangka api bisa demikian besar dan hanya beberapa menit mampu menghanguskan semua benda yang dimilikinya.

Sa’diyah beserta ratusan pengungsi lainnya yang kini berada di Masjid Al-Muhajirin harus bertahan dengan kondisi yang tidak nyaman. Mereka juga belum tahu sampai kapan akan berada di tempat itu. Demikian juga dialami Mus Muliadi, dia mengaku tidak memiliki keluarga selain saudaranya yang juga ikut menjadi korban kebakaran. Lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan ini mengaku bingung harus tinggal di mana nantinya.
“Kami sama-sama habis, tidak ada yang tersisa kecuali baju yang kami pakai sekarang,” ungkap Mus didampingi saudaranya. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan benda berharga miliknya karena lebih mementingkan keselamatan keluarganya. Dalam musibah ini, Mus mengaku kehilangan semua benda-benda berharganya termasuk surat nikah, kartu keluarga, dan kartu jaminan kesehatan.

Kisah yang lainnya dialami oleh Agus beserta istri dan dua anaknya. Agus mengungkapkan bahwa dirinya baru menyadari adanya kebakaran ketika api sudah membakar jembatan yang ada di depan rumahnya. Ia dan istrinya terpaksa menggunakan speedboat yang dia tambatkan di bawah kolong rumahnya. Ketika berusaha turun ke perahu yang terbuat dari fiber itu, istri Agus terjatuh ke laut beserta bayi di dalam gendongannya. Agus mengisahkan pada saat itu, dia tanpa berpikir panjang langsung ikut melompat ke dalam air untuk menggapai bayinya.

“Ini jatuh ke laut, saya langsung ikut melompat untuk menangkapnya,” kenang Agus sambil mengeleng-gelengkan kepala sembari terus mendekap bayinya yang sedang diberi susu botol. Lelaki yang berasal dari Kota Makassar ini mengaku bekerja sebagai pengusaha jual beli kepiting. Ia baru saja pulang untuk beristirahat di rumahnya, namun tiba-tiba terdengar ada kebakaran dari warga sekitar. Agus yang panik langsung membawa istri dan kedua anaknya untuk segera keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharganya. Ia mengaku modal usaha pembelian kepitingnya sebesar Rp 8,5 juta juga ikut terbakar. Agus kini mengaku tidak tahu harus bagaimana, karena semuanya dimulai dari nol kembali.

Ditanya mengenai sumbangan yang ada, mereka mengaku sudah mendapatkan beberapa bantuan di antaranya selimut, nasi bungkus, biskuit, air minum dalam kemasan, dan beberapa lembar pakaian bekas dari warga. Namun tentunya bukan hanya itu yang mereka butuhkan,  berbagai keperluan lainnnya juga harus terpenuhi misalnya peralatan untuk mandi dan air bersih. Menurut Sa’diah, di tempat itu juga hanya ada satu jamban yang mereka pergunakan secara bergantian. Sa’diyah, Mus Muliadi, Agus dan ratusan pengungsi lainnya mengharapkan uluran tangan masyarakat Tarakan.

Kepolisian Tarakan hingga Jumat siang (23/11) kemarin belum dapat memastikan penyebab kebakaran di Selumit Pantai.

“Kami belum memeriksa saksi-saksi yang pertama kali kita lihat dan belum melakukan oleh TKP (tempat kejadian perkara). Memang, kami baru memeriksa 1 orang saksi bernama Rusli, salah seorang pemilik rumah yang terbakar, dan dia juga belum tahu secara pasti dari mana api itu bersumber,” kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui pejabat sementara Kasubag Humas Ipda Kamson Sitanggang, kemarin.

Dikatakan, dalam laporan salah satu korban yang melaporkan kejadian tersebut di Polres Tarakan kemarin malam hanya melihat saat api membesar.

“Untuk kerugian sendiri kami belum tahu pasti. Namun dari keterangan dan pengakuan korban bernama Rusli itu sekitar Rp 80 juta. Itu hanya satu rumah loh,” kata juru bicara Polres Tarakan itu.

Menurut Kamson, pihaknya bisa saja menetapkan tersangka apabila dalam olah TKP dan pemeriksaan beberapa saksi menemukan adanya kelalaian.

“Ya, kami lakukan sesuai prosedur dulu, dan apabila ada kelalaian dalam kebakaran itu seperti menyalakan lilin atau semacamnya maka akan kami proses. Pasalnya akibat kelalaian bisa membuat rumah dan barang milik orang lain terbakar,” terangnya.

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Tarakan, H. Harianto SE MSi mengatakan, akan mengevaluasi keberadaan pos pemadam di daerah rawan kebakaran khususnya di wilayah pesisir.

Diakuinya, masyarakat cukup besar peranannnya dalam membantu petugas pemadam dan barisan relawan pemadam kebakaran (Balakar) untuk memadamkan api pada peristiwa yang terjadi di Selumit Pantai, Kamis malam (22/11).

“Walaupun di sana-sini ditemukan berapa hal seperti keterbatasan selang, kompetensi Balakar masih belum optimal, mesin portable yang masih kurang di pos PMK (pemadam kebakaran), dan sarana jalan menuju lokasi yang sampai 600 hingga 800 meter,” kata Harianto, kemarin (23/11).

Menurut dia, dibutuhkan penambahan minimal hingga tiga pos pemadam kebakaran di Selumit Pantai. Selain itu, kata Harianto, pihaknya juga akan mempersiapkan calon-calon Balakar yang baru untuk menjaga dan mengendalikan pos pemadam kebakaran tersebut.

“Tentunya, tidak boleh lepas dari kerjasama dengan pihak lurah setempat, dan secara teknis akan dibantu oleh petugas pemadam kebakaran yang ada di Tarakan,” terang mantan kepala Bagian Humas Sekretariat Kota Tarakan itu.

Terkait dengan rencana penambahan pos pemadam kebakaran yang satu paket dengan peningkatan kompetensi Balakar diajukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Tarakan tahun 2013 yang saat ini dalam proses pembahasan di dewan.

“Adapun nominalnya yang belum bisa disebutkan karena akan selalu berubah sesuai kebutuhan yang diinginkan dalam perencanaan 2013. Tapi kami berharap, semoga rencana ini bisa dikabulkan,” kata Harianto lagi.

Terkait dengan pemeriksaan Apar (alat pemadam ringan) yang dimiliki perusahaan, termasuk hotel-hotel di Tarakan sebagai antisipasi dini mencegah kebakaran, diakuinya telah dilakukan secara bertahap.

Harianto menambahkan, kekuatan yang dimilikinya saat ini sebanyak 16 armada pemadam kebakaran yang terbagi di sektor pusat (Kantor PMK di Kampung Satu), sektor barat (di Karang Balik), dan sektor utara (di dekat Kantor Camat Tarakan Utara).

“Adapun jumlah personel sekitar 80 orang, termasuk Balakar dan petugas PMK itu sendiri,” sebut Harianto.

Pemerintah Kota Tarakan langsung mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat di RT 28 dan RT 21 kelurahan Selumit Pantai yang menjadi korban kebakaran. Tim penanggulangan bencana pemerintah kota yang dipimpin Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto sejak kemarin malam sangat intens mengkoordinir para SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait untuk melakukan penanganan, terutama pasca kebakaran.

“Kami sudah melakukan koordinasi di lapangan dan posko penanganan kebakaran dipusatkan di Masjid Al-Muhajjirin karena letaknya sangat strategis,” kata Suhardjo Trianto saat meninjau posko pengungsian warga, kemarin.

Wawali mengaku sudah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan terutama membantu akomodasi dan konsumsi yang saat ini sangat diperlukan masyarakat.

“Terutama kebutuhan air harus sudah tersedia. Jangan sampai ada kekurangan,” tegas Wawali.

Begitu juga dengan kebutuhan pangan, Wawali menjamin akan memberikan konsumsi makanan bungkus kepada korban kebakaran secara terjadwal, yaitu setiap pagi, siang dan sore. “Jamnya juga sudah saya instruksikan agar waktunya tepat. Khusus untuk anak-anak sekolah, saya berharap dinas pendidikan menginventarisir berapa jumlah mereka. Paling tidak, anak-anak ini harus segera sekolah. Minimal pemerintah dapat memfasilitasi berupa seragam sekolah,” kata Suhardjo.

Terkait bantuan finansial dari pemerintah kota, wawali belum berani mengungkapkan nominal mengingat ada aturan dan ketentuan di birokrasi. “Bulan lalu kita mengupayakan bantuan ke pusat dan sudah kami realisasikan untuk korban kebakaran di Pasar Beringin,”  terangnya.

Bisa jadi untuk bantuan korban kebakaran Selumit Pantai ini juga menggunakan jalur yang sama. “Kami upayakan bantuan sebanyak dan semaksimal mungkin. Tapi kami belum bisa menentukan nominal berapa bantuan yang didapat,” ungkapnya.

Untuk bantuan dari APBD Tarakan, wawali akan melakukan komunikasi dengan bagian sosial apakah ada pos-pos anggaran untuk bantuan tersebut meskipun jumlahnya tidak banyak.


KEBAKARAN DI TOKO EKA DAYA

Hanya berselang 24 jam dari kebakaran di Selumit Pantai, peristiwa serupa gantian terjadi di Toko Eka Daya Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Selumit.

Tadi malam, di lantai dua pada ruangan yang digunakan menyimpang barang dagangan berupa spring bed, kebakaran terjadi. Diduga, korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran tersebut.  (*/fan/*/sul/ddq)


Sumber Kutipan (Kecuali Gambar) :
Terbit Sabtu, 24 November 2012

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 



BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

BERITA SATPOL PP KOTA TARAKAN ..............

PERSEMBAHAN: BLOG SATPOL PP KOTA TARAKAN