----- SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KOTA TARAKAN, Alamat : Jalan Halmahera depan taman oval 1 ladang telp. / fax : (0551) 32492 Kel. Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah, KOTA TARAKAN - KALIMANTAN UTARA (kodepos 77121). EMAIL : polppkotatarakan@gmail.com -----

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

"RFID" BUTUH DUKUNGAN PEMERINTAH



#POLPPTARAKAN_INFO : Sistem Teknologi Radio Frequency Identification (RFID), 75 sudah siap diterapkan. Hanya saja, saat ini teknologi yang bertujuan mengantisipasi pengetap BBM bersubsidi masih membutuhkan dukungan pemerintah kota.

Kabid Usaha Perikanan dan Kelautan Husna Ersant Dirgantara,A.Pi menjelaskan, menindaklanjuti dan demi terwujudnya program RFID yang belum juga bisa dilakukan ujicoba, maka Maret mendatang pihaknya akan melakukan pertemuan antara pemerintah dan Pertamina untuk memaparkan kembali sejauh mana sistem RFID siap diterapkan.

Sistem yang membatasi  pembelian BBM bersubsidi ini sesuai menyesuaikan surat edaran walikota tentang pembatasan pembelian BBM dengan jumlah yan sudah disesuaikan, yakni roda dua (R2) Rp 25.000 dan roda empat (R4) Rp 200.000  yang akan disistematikan dalam bentuk sistem software yang akan mem-filter siapa saja yang telah membeli sesuai kuota dan siapa saja yang tidak bisa membeli sesuai daftar yang ada pada sistem.

System RFID sendiri akan lebih praktis dan efisien karena kalo dilihat dari fungsinya, digunakan agar pembeli tidak perlu lagi mengandalkan petugas SPBU karena dalam sistem ini sudah ada sensor yang akan mengetahui nama pelanggan, jenis kendaraan, dan jatah maksimal pembelian BBM.

Cara kerja sisitem ini sendiri sangat mudah. pembeli datang dan menempelkan alat RFID pada sensor yang sudah ada dan terletak di mesin pembelian, kemudian dari sensor membaca isi dari data yang ada, dan dalam layar sensor akan keluar nama, jenis kendaraan dan jumlah BMM. (*/ewy/ica)

Sumber Kutipan :
Terbit Jumat, 3 Januari 2014

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 



BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Selasa, 12 November 2013

KISAH DAN FOTO "PAHIT MANIS" PARA SATPOL PP CANTIK DARI SURABAYA, SENYUMAN MANIS DAN RAMAH ADALAH "SENJATA AMPUH"



#POLPPTARAKAN_INFO : Tak kalah dengan Polri, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya juga memiliki personel perempuan. Dan mereka yang setiap hari bertugas di lapangan itu berparas cantik-cantik. 

Ke 45 personel Satpol cantik Pamong Praja (Satpoltik PP) itu direkrut dengan seleksi cukup ketat, tidak asal comot. Ide merekrut personel perempuan ini dari Walikota Tri Rismaharini.

Sekali lagi, perekrutannya tak sembarangan lho! 

Mereka harus lolos sejumlah tes yang meliputi psikologi, wawancara, dan serangkaian tes fisik seperti lari, sit up, push up dan baris-berbaris.

"Minimal berpendidikan SMA," kata Kasatpol PP Irvan Widyanto kepada detikcom, Kamis (24/10/2013).

Irvan menjelaskan, Satpoltik PP ini merupakan tenaga kontrak. Perekrutannya baru dimulai pada Mei 2011. Tugas dan pokok fungsinya, 'menggarap' permasalahan kota yang berkaitan dengan anak dan perempuan.

"Ini idenya bu walikota. Satpol PP perempuan bertugas melakukan pendekatan psikologi terhadap anak dan perempuan," papar Irvan.

Misalnya saat razia Pedagang Kaki Lima (PKL), sementara Satpol PP laki-laki membongkar warung dan bangunan liar, satpoltik ke arah pendekatan persuasif ke pedagang perempuan dan anak-anak.

Begitu juga bila Satpol PP menggelar razia Pekerja Seks Komersial (PSK). Satpoltik ini terlibat pada pendataan hingga melakukan pendekatan psikologi.

"Mereka (Satpol PP cantik) bertugas melakukan tindakan persuasif yang mengutamakan komunikasi," pungkas Irvan. (Sumber Kutipan, Detiknews.com LINK 1 dan LINK 2)







Kisah Mengejutkan Kiki, Ditawar Rp 20 Juta Saat Razia Lokalisasi


#POLPPTARAKAN_INFO : Pemerintah Kota Surabaya sedang gencar menutup area lokalisasi, termasuk Dolly. Tim Satpol PP diterjunkan. Saat itulah, ada cerita-cerita mengejutkan dan menggelikan bagi Satpol PP cantik alias Satpoltik ini.


Kiki Dita (25) sering ikut dalam razia di kawasan Dolly. Saat meminta data dan KTP seorang mucikari, ia terkejut. Sebab ia ditawari menjadi 'anak buah' oleh mucikari.



Kiki yang berperawakan tinggi dan berkulit putih ini tak menghiraukan. Si mucikari tak patah arang. Ia mengiming-imingi bayaran Rp 20 juta per bulan. Angka yang jauh berbeda dengan gaji Satpol PP yang hanya di bawah Rp 2 juta.



"Ditanya-tanya, gaji berapa jadi Satpol PP. Trus ditawarin, katanya enakan jadi anak buahnya, gaji Rp 20 juta per bulan," cerita perempuan berambut hitam dan panjang ini kepada detikcom, Kamis (24/10/2013).



Kiki mengaku sudah terlanjur ingin bekerja sekaligus memperbaiki citra Satpol PP yang selama ini garang. Jauh dari kesan humanis.



"Gajinya memang nggak seberapa. Tapi saya bekerja sebagai Satpol ini niatnya ingin ikut mengubah Surabaya menjadi kota yang indah dan bersih dari prostitusi," pungkas Kiki. (Sumber Kutipan, Detiknews.Com)




Senyum Manis Senjata Ampuh Merazia


Acapkali, operasi penertiban dalam menegakkan aturan daerah yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) identik dengan kekerasan. Paradigma kekerasan itu kini mulai diubah dengan penampilan perempuan cantik anggota Satpol PP Pemkot Surabaya sebagai ujung tombak penegakan peraturan daerah Kota Surabaya dengan menghilangkan kesan garang dan menakutkan.




BAGI tiga orang gadis anggota Satpol PP dari 45 orang perempuan anggota Satpol PP Pemkot Surabaya, mendapat tugas di garda depan dalam operasi penertiban menjadi tantangan dalam tugas.
Kesan ramah dengan senyum manis Febio Karina, Rita Indriaswari, dan Paradita Fitria menjadi senjata ampuh dalam menundukkan setiap target operasi penertiban.
Mulai dari operasi penertiban rumah kos-kosan, tempat hiburan, lokalisasi WTS dan lainya jika sudah berhadapan dengan para gadis cantik anggota Satpol PP para pelanggar aturan seolah tidak berkutik.
"Risikonya ya digoda segala oleh mereka pelanggar aturan itu, bahkan ada yang teriak minta kita tangkap, padahal kita kan tidak melakukan penangkapan terhadap siapapun," kata Febio Karina, salah satu gadis cantik anggota Satpol PP Pemkot Surabaya tersebut yang masih berusia 21 tahun tersebut. (Sumber Kutipan, Tribunnews.com)












LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM
SATPOL PP KOTA TARAKAN :
TELEPON (0551) 32492
KIRIM SMS KE 081262118367



BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Jumat, 08 November 2013

NOVA DIRANI, PRAMUKA TUNA RUNGU KELILING INDONESIA



Untuk Tambah Wawasan, Sempat Dikira Teroris

#POLPPTARAKAN_INFO : 
Sebesar apa semangat kita hari ini ? Sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan angka riil. Sebab tidak ada formula atau rumus dalam ilmu pasti yang dapat mengkalkulasinya. Itulah kenapa kita hanya bisa berujar ‘luar biasa’ ketika bertemu Nova Driani. Siapa dia ?

(AHMAD YANI / SKH. RADAR TARAKAN)

Hanya senyum lebar yang tampak tulus dan ikhlas yang tergambar pada wajah pemuda bertubuh jangkung itu. Badannya yang terlihat sedikit kurus, membuat gerakannya lebih gesit dan lincah memberikan bahasa isyarat. Gerakan tangan yang kadang terbuka, tertutup, mengepal dengan ibu jari diacungkan ke atas, diiringi komat-kamit mulut yang tidak bisa mengeluarkan suara yang jelas adalah bahasa isyarat, caranya berkomunikasi.

Sayangnya, penulis sama sekali tidak mengerti apa maksud dari gerakannya itu, sehingga membuat pemuda kelahiran Bulungan, 14 November 1980 itu meraih sebuah kertas kosong dan sebuah pena, lalu menuliskan tujuannya datang ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, Rabu (7/11)lalu, tempat penulis bertemu dengannya. “Saya melakukan perjalanan keliling Indonesia,” tulisnya dalam ketas.

Inilah Nova Driani, pemuda yang beberapa hari lagi genap berusia 33 tahun itu dengan pakaian seragam pramuka lengkapnya, mengajukan sebuah lembaran berbentuk sertifikat yang berkop ‘Anggota Pramuka Luar Biasa (APLB), Cacat Tuna Rungu Indonesia, Perjalanan Keliling Indonesia’ yang terterakan dengan tinta emas, kepada setiap kepala kantor yang ditemuinya dalam perjalanannya, termasuk kepada Kepala Satpol PP Kota Tarakan, Dison SH.

Tujuannya, untuk mendapatkan sebuah surat pernyataan dari kepala kantor tersebut bahwa ia pernah berkunjung secara resmi ke kantor dimaksud, sebagai bukti perjalanannya. Tidak tanggung-tanggung, didalam ransel yang selalu tergantung di pundaknya, dikeluarkan beberapa album yang berisi dokumen prestasi kepramukaan. Lebih mengejutkan lagi, sejumlah kepala daerah, kepala instasi pemerintah, kepala kepolisian baik Polres maupun Polda, serta masih banyak lagi pimpinan institusi lainnya baik negeri maupun swasta dari beberapa daerah di Pulau Kalimantan dan Jawa, memberinya surat pernyataan telah berkunjung, lengkap dengan fotonya bersama kepala kantor tersebut.

“Saya sudah ke Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Palembang, Bandung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat,” tulis Nova saat ditanya daerah mana saja yang sudah dia datangi.

Sekedar mendapat surat keterangan ternyata bukanlah tujuan utamanya, meskipun surat itu menjadi bukti perjalanannya. Namun bagi Nova, tersirat sebuah pertanyaan bahwa untuk siapa bukti itu, dan dengan siapa dia harus membuktikan perjalanannya. Sehingga, dengan cukup tegas dia memperlihatkan keterangan dari surat pengantar berkop tinta emas tadi, yang salah satu alineanya tertulis, ‘perjalanan ini saya lakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang keragaman Indonesia’. Alenia berikutnya mengatakan, ‘kegiatan ini didukung oleh Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Kalimantan Timur sesuai Surat nomor 17-03/098/SKET/VI/2009 tanggal 15 Juni 2009, dengan harapan misi ini dapat lebih mengangkat citra positif gerakan pramuka’.

Kedatangan Nova di kantor aparat penegak peraturan daerah di Tarakan itu pun disambut baik oleh Kepala Satpol PP Kota Tarakan dan segenap jajarannya. Sehingga, permintaan surat penyataan kunjungan sebagai kenang-kenangan plus foto bersama dengan dengan senang hati dilakukan oleh Dison, dengan mengambil latar belakang tugu bertuliskan nama kantor yang berlokasi di Jalan Halmahera, Kelurahan Pamusian tersebut.

Sebenarnya, Nova yang saat ini bedomisili di Jalan H Ir Juanda, Gang Cempaka, Nomor 5, RT 60, Kota Samarinda, bukan kali pertamanya berkunjung ke Tarakan selama menjalankan misinya itu. Awal mula perjalanannya Desember 2008 lalu, lulusan sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Samarinda ini bahkan pernah mengunjungi Gedung Silver (sebutan kantor pusat SKH Radar Tarakan), dan didalam sebuah album ia menunjukkan dokumentasi potongan koran berisi berita tentang dirinya saat berkujung ke Radar Tarakan waktu itu.

Bukan hanya Radar Tarakan, bahkan Kaltim Post, dan beberapa kantor media Jawa Pos Grup juga sudah pernah memuat berita tentang kunjungannya, yang memang sudah ia lakukan sejak lima tahun lalu itu. Hasilnya, pemuda dengan keterbatasan fisik (tuna rungu dan tuna wicara) itu telah mengantongi sejumlah pengalaman. Ia pun tentunya dikenal oleh banyak pejabat tinggi daerah yang pernah dikunjunginya.





SEMPAT DIKIRA TERORIS


Meski dengan komunikasi yang terbatas pada proses tanya jawab, penulis sempat memberikan pertanyaan yang ditulis dalam kertas kepadanya, ‘Apakah pernah menemui kesulitan saat bertemu pejabat?, dengan sedikit berpikir, ia lalu menuliskan dalam kertas kata “Bali” yang artinya ia pernah menemui masalah di daerah yang dijuluki Pulau Dewata itu.

Sulit baginya untuk menuliskan secara detail pengalamannya itu dalam kertas, namun salah seorang anggota Satpol PP yang bisa mengartikan bahasa isyaratnya, memintanya untuk menceritakannya dengan menggunakan bahasa tubuh tersebut. Cukup menggelikan pada penyataan yang digambarkannya dalam bahasa isyaratnya tersebut, bahwa dirinya sempat dikira teroris saat menyambangi Pulau Dewata beberapa tahun lalu, hanya dengan alasan bahwa janggut yang tumbuh di dagunya terlihat cukup panjang, meski terlihat cukup tipis.

Lewat bahasa isyarat yang diartikan oleh Iswandi, anggota Satpol PP yang faham bahasa isyarat itu, Nova menyampaikan bahwa waktu itu semua barang bawaannya digeledah oleh polisi dan sempat dibawa ke pos polisi dekat bandara, karena dicurigai membawa bahan peledak, atau barang yang bisa meledak.

Menurutnya, waktu itu mayaratakat Bali memang masih trauma dengan insiden bom yang meledak di kawasan bandara, yang pelakunya rata-rata memiliki janggut yang modelnya sama dengan janggutnya. Sialnya lagi, waktu itu niatnya untuk ketemu dengan Gubernur Bali pun harus kandas, bukan karena dikira teroris. Kebetulan pula, saat itu orang nomor satu di Pulau Dewata tersebut tengah keluar daerah. “Dia tidak diterima gubernur, alasannya keluar,” kata Iswandi mengartikan bahasa isyarat yang disertai anggukan dari Nova membenarkan.(***)

Sumber Kutipan :
Terbit Jumat, 8 November 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM
SATPOL PP KOTA TARAKAN :
TELEPON (0551) 32492
KIRIM SMS KE 081262118367






BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

Kamis, 26 September 2013

PEMKOT TARAKAN RENCANA KEMBALI TERTIBKAN BENTOL (BENSIN BOTOLAN)



#POLPPTARAKAN_INFO : SEMPAT lama absen-tertibkan bensin botolan alias bentol di jalan. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Tarakan, rencananya akan kembali disiagakan.

Leading sektor tangani penggunaan sumber energi, Disperindagkop baru saja mendapat amanat berupa surat edaran dari walikota terkait pembatasan pembelian BBM roda dua dan empat, termasuk rencana penertiban bentol.

“Penggunaan BBM subsidi memang rawan penyalahgunaan. Tujuannya, pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Di Tarakan ini mau jalan jauhnya kemana juga?. Saya rasa bisa dipahami, bukan ada kepentingan lain, tapi karena subsidi agar tidak disalahgunakan,” ungkap Walikota Tarakan H Udin Hianggio, kemarin (25/9).

Instansi yang berwenang lakukan penertiban, lanjut walikota, sudah menjadi tugas Disperindagkop.

“Untuk bensin botolan, sudah kita sepakati untuk ditertibkan. Ini karena menyangkut subsidi. Sehingga harus ditertibkan,” tegasnya.

Ditambahkan Subono, Ka Disperindagkop Tarakan, pihaknya telah membentuk tim pengawasan yang melibatkan pula Satpol PP dan kepolisian.

“Kita serahkan kepada tim, seperti apa bentuk penertibannya, serta sanksi yang akan diterapkan,” ujarnya.

Kapan dilakukan penertiban?

“Hari ini (kemarin, Red), kan sudah mulai ada pembatasan pembelian BBM, pengawasan dibantu kepolisisan, mereka akan bertindak sesuai SOP,” jawabnya.

Jika dinilai tidak efektif, maka strategi tersebut akan dibalik. “Jika tidak berhasil, maka kita balik, jika masih banyak bentol, berarti ini tidak efektif pengawasan di hulu, dan kita menghindari benturan langsung dengan pedagang eceran yang terlanjur menjamur,” lanjutnya.

Ditambahkan Bono, saat rapat lalu, pihaknya juga telah membahas hal tersebut. “Pada saat rapat dengan mereka memang sudah ada beberapa yang sudah dilakukan, misalnya pengepul minyak diamankan. Ini memang tidak dalam sekali ditangkap langsung hilang, kadang – kadang ada  unsur lain yang sifatnya mencoba namun itu menguntungkan, makanya mereka melakukannya lagi,” lidiknya.

Sumber Kutipan :
Terbit Kamis, 26 September 2013

LAYANAN PENGADUAN SETIAP HARI 1 X 24 JAM 
SATPOL PP KOTA TARAKAN : 
TELEPON (0551) 32492 
KIRIM SMS KE 081262118367 





BLOG INI DAPAT DIAKSES MELALUI
HANDPHONE (MOBILE VERSION)
KLIK DISINI : MOBILE VERSION
Readmore »

BERITA SATPOL PP KOTA TARAKAN ..............

PERSEMBAHAN: BLOG SATPOL PP KOTA TARAKAN